HETANEWS

Gadis 15 Tahun di Tobasa Hamil Usia Ditiduri Ayah dan Paman Kandung

Akun FB Henra Simangunsong memposting foto pelaku cabul terhadap anak dan keponakan kandung di Tobasa.

Tobasa, hetanews.com - Apa yang ada dalam pikiran ayah dan paman kandung dari gadis yang diperkosa hingga hamil 4 bulan?

Ayah dan paman kandung tega menyetubuhi gadis berusia 15 tahun inisial (AS) di Desa Napitu Parsambilan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Anehnya sang ayah kandung dan paman sama-sama saling tidak mengetahui perbuatan bejat tersebut hingga bertemu di kantor polisi.

Peristiwa tersebut juga sedang ramai diperbincangkan di media sosial Facebook oleh pemilik akun Facebook Henra Simangunsong.

Dalam unggahannya Henra memosting foto dan menuliskan:

"Pelaku cabul terhadap anak dan bere sendiri di desa nadeak napitupulu kecamatan silaen tobasa. AS dicabuli bapak dan tulangnya sendiri hingga hamil empat bulan. Dasar biadab...," tulisnya.

Polres Tobasa membenarkan hal tersebut dan mengaku sudah menahan kedua tersangka, yakni ayah kandungnya inisial JS (38) dan paman kandungya inisial AMN (33).

Berdasarkan pemeriksaan polisi, kejadian  memalukan itu sudah berlangsung sejak akhir 2015 lalu.

"Setelah kita selidiki sudah berlangsung sejak akhir tahun 2015 lalu. Biadabnya, pelaku adalah ayah dan juga paman kandung 'tulangngya' sendiri. Dan mereka sudah kita tahan," ujar Kasat Reskrim Polres Tobada, AKP Nelson JP Sipahutar ketika dihubungi melalui telepon selular, Sabtu (27/1/2018).

Kata Nelson, informasi tersebut awalnya berdasarkan kecurigaan warga terhadap kondisi tubuh AS yang mengalami perubahan.

Kemudian warga memberi informasi, lalu Polres Tobasa mendalami hingga memburu pelaku.

Pelaku yang merupakan Alayah kandung AS sempat menghilang dari rumahnya. Namun, upaya pengejaran terus dilakukan hingga JS ditangkap di Medan.

Kemudian dibawa ke Polres Tobasa untuk diproses. Sedangkan AMN diamankan di Tobasa

"Tadi malam tersangka (ayahnya) sudah kita bawa ke Polres Tobasa. Pamannya juga sudah ditahan. Sekarang masih sedang menjalani pemeriksaan," sebutnya.

Nelson menuturkan, berdasarkan pemeriksaan peristiwa pencabulan itu pertama kali dilakukan oleh pamannya di rumah mereka di Desa Napitu Parsambilan.

Dalam seminggu, paman kandung korban menyetubuhi AS rata-rata 2 kali dalam seminggu hingga akhir 2017.

Sementara aya kandungnya, JS telah menyetubuhi putrinya hingga yang ketiga kalinya.

JS dan AMN, kata Nelson sebelumnya sama-sama tidak saling mengetahui perbuatan keji itu, hingga diketahui perubahan tubuh pada anak gadisnya.

"Mereka saling tau ketika sudah di kantor polisi. AS juga kini sedang hamil," tambahnya.

JS dan AMN juga tinggal serumah di Desa Napitu Parsambilam. Kejadian tersebut juga dilakukan di rumah mereka tinggal.

"Kami masih mendalami ya.  anti kami akan beritahu perkembangannya," ujar Nelson.

sumber: tribun-medan.com

Editor: aan.