HETANEWS

Mau Melahirkan Tak Punya BPJS, Tak Jadi Masalah Asal Jujur Kalau Tidak Mampu

Kadis Kesehatan Siantar, dr Ronald H Saragih ketika memberikan keterangan pers. (foto/tom)

Siantar, hetanews.com - Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Siantar memiliki program yang sangat membantu bagi masyarakat yang kurang mampu tetapi belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Persalinan nantinya akan digratiskan bagi masyarakat yang kurang mampu, tetapi dengan syarat, ketika dibawa ke Rumah Sakit (RS) harus terlebih dahulu menyebutkan dirinya tidak mampu membayar. 

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Kesehatan kota Siantar, dr Ronald H Saragih ketika memberikan keterangan pers, Jumat (26/1/2018).

Dia menuturkan, saat ini Pemko Siantar memiliki program Jaminan Persalinan (Jampersalin). "Masyarakat yang tidak mampu dan tidak mempunyau kartu BPJS serta yang tidak penduduk kota siantar tetapi tinggal di Kota Siantar, proses bersalinnya ditanggung oleh negara,"sebutnya. 

Dia menyebutkan, bahwa prosedur untuk persalinan tersebut terlebih dahulu melalui Puskesmas. "Prosedurnya ke puskesmas kemudian nanti diberikan keterangannya kalau tidak mampu nah barulah ke rumah sakit,"paparnya. 

Ditanya, jika masyarakat tersebut akan melakukan persalinan di malam hari atau subuh hari,  padahal Puskesmas sedang tidak buka? Ronald menyebutkan, masyarakat boleh langsung ke rumah sakit, namun menyebutkan dirinya tidak mampu membayar.

"Masyarakat harus jujur, katakan saja tidak mampu, nanti akan langsung ditangani, karenakan keadaaan darurat dan besoknya barulah diurus ke puskesmas administrasinya,"sebutnya. 

Ditanya, apakah rumah sakit akan langsung melakukan penanganan medis, Ronal kembali menyebutkan, Dinkes sudah melakukan kerja sama malalui MoU kepada 3 Rumah Sakit yakni, Rumah Sakit Umum Djasaman Saragih (RSUD), Rumah Sakit Harapan, dan Rumah Sakit Vita Insana (RSVI).

"Nanti, pasti pihak rumah sakit akan menghubungi kita dan kita pastikan akan ditangani, karena kita sudah melakukan MoU dengan mereka. Jadi masyarakat jangan enggan menyebutkannya,"katanya. 

Ronald menyebutkan, bahwa program tersebut diambil dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan langsung oleh Kementerian Kesehatan. "Tujuannya ini adalah mengurangi tingkat kematian dalam bersalin dan membantu masyarakat dalam hal kesehatan,"ucap Ronald.

Penulis: tom. Editor: gun.