HETANEWS

Tak Setor Hasil Kebun, Simpan Panjaitan Diancam 4 Tahun

JPU Barry saat memberikan surat tuntutan, usai dibacakan di persidangan. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Barry pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun menuntut 4 tahun penjara terhadap terdakwa Simpan Panjaitan (62) warga Huta II Nagori Raja Maligas Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun. 

Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (25/1/2018).

Terdakwa telah terbukti tidak pernah menyetorkan uang hasil penjualan buah sawit kepada saksi korban Marmah Daulay sejak tahun 2012.

Saksi korban pemilik perkebunan sawit seluas 22 hektar di Huta Parbeokan Nagori Buntu Turunan Kecamatan Tanah Jawa, saat itu mengalami kesusahan. Lalu mempekerjakan terdakwa Simpan Panjaitan untuk mengawasi dan menjual hasil perkebunan sawit, mencari pekerja dan menyetorkan uang hasil penjualan kelapa sawit.

Upah terdakwa setengah atau bagi 2 dengan pemilik pada setiap tahunnya. Namun sejak tahun 2012 hingga tahun 2017, terdakwa tidak menyerahkan uang hasil penjualan kepada Marmah Daulay. Hasil perkebunan sawit tersebut dipergunakan terdakwa untuk keperluannya dan keluarganya sendiri.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian Rp173.358.432. Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 374 KUHP.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa memohon kepada majelis hakim pimpinan A Hadi Nasution agar hukumannya diringankan.

Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, persidangan dibantu panitera Jonni Sidabutar ditunda hingga Rabu mendatang. 

Penulis: ay. Editor: aan.