HETANEWS.COM

Mau Beli Serapan Sebelum ke Gereja, Perwira Ganteng Asal Sidikalang Ini Tewas Ditabrak Mobil PLN

Foto semasa hidup Kapten Handy Ricardo Siburian. (fb/b7)

Monokwari, hetanews.com - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pepatah ini sepertinya pantas diibaratkan dengan apa yang dialami oleh perwira ganteng, Kapten Handy Ricardo Siburian yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Betapa tidak, putra terbaik Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tersebut, tewas ditabrak mobil operasional PLN Cabang Manokwari hendak membeli Bubur Manado untuk sarapan sebelum berangkat mengikuti kebaktian ke Gereja, Minggu (21/1/2018) pagi.

Peristiwa naas yang dialami perwira TNI AD itu terjadi di Jalan Arfai I Kelurahan Andai Kabupaten Manokwari, sekitar 10 menit kemudian setelah Kapten Handy berangkat hendak beli serapan dari rumah kontrakannya, yang tak jauh dari Markas Kodam XVIII Kasuari.

Mobil operasional PLN Cabang Manokwari yang menabrak Kapten Handy. (kdc/b7)

Sejumlah saksi mata menyampaikan, mobil Operasional PLN Cabang Manokwari (PB 8023 SD) itu tampak bergerak tidak terkontrol, oleng ke kanan dan melanggar marka jalur bagi jalan, dan langsung menabrak pengendara motor yang datang dari arah berlawanan.

Kapten Handy dengan motornya terseret dan terpental ke teras rumah warga, lebih dari 20 meter ke luar bahu jalan. Demikian kronologi kejadian yang menewaskan Kapten Handy yang merupakan suami dari Renni boru Pardede itu, seperti dikutip dari kabardaerah.com.

Mobil yang menabrak Kapten Handy, dikemudikan FR dengan dua rekannya YEG dan LRJ. Warga yang berdatangan ke lokasi kejadian, melaporkan tercium bau Minuman Keras (Miras) dari ketiga karyawan PLN yang kemudian diamankan ke rumah warga di sekitar TKP.

Sepeda motor yang dikendarai Kapten Handy ringsek ditabrak mobil operasional PLN Cabang Manokwari. (kdc/b7)

Warga lainnya yang juga dengan sigap melarikan Kapten Handy ke rumah sakit terdekat. Namun, Dokter Beny yang bertugas jaga pagi di UGD Rumkital Manokwari, menyatakan korban meninggal dunia akibat benturan di dada dan perdarahan serius pada kaki kanan.

Kapten Handy diduga telah meninggal sebelum tiba di Rumah Sakit. Hasil visumnya, ada luka robek di batang hidung, luka memar di bagian leher, pipi, kelopak mata kanan, jari, dada dan perut, luka patah terbuka di pergelangan kaki kanan. Luka benturan di dada sebagai faktor penyebab kematian.

Foto semasa hidup Kapten Handy bersama anak dan istrinya. (fb/b7)

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVIII Kasuari, Kolonel (inf) Eddy Widiyanto yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, membenarkan terjadinya musibah tersebut. Sesuai permintaan keluarga, jenazah almarhum Kapten (inf) Handy Ricardo Siburian akan dipulangkan ke kampung halamannya, di Sidikalang.

Satu hal lain yang menimbulkan rasa haru atas peristiwa kecelakaan yang menewaskan alumni SMA Negeri 1 Sidikalang Kabupaten Dairi itu adalah, Kapten Handy meninggalkan satu anak laki-laki dan Renni boru Pardede, istrinya yang sedang dalam keadaan mengandung.

 

Sumber: Buletin7

Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan