Simalungun, hetanews.com - Jaksa Augus Vernando Sinaga, mendakwa M Khalik Saragih, sebagai pengguna SIM palsu.

Dia diadili bersama terdakwa Dedi Syahputra Manurung  (27), warga Perumnas Simalingkar Jalan Bawang 104 Medan Kota dan terdakwa Boby Armada (27), warga Jalan Sumber Nongko USU, Padang Bulan Medan.               

Bermula ketika terdakwa Boby Armada yang bertugas sebagai admin dalam grup WhatsApp (WA) rental Kijang Innova Sumbagut yang berjumlah 40 orang, termasuk terdakwa M Khalik Saragih. Selain menawarkan rental, Boby, pada Rabu, 26 Juli 2017, sekira pukul 10.30 WIB juga menawarkan jasa pengurusan SIM.

Lalu M Khalik menghubungi Boby dan meminta agar SIM nya diperpanjang karena telah habis masa berlakunya.

Khalik pun melampirkan SIM asli dan tangan di atas kertas kosong serta uang panjar Rp 100 ribu atas perintah Boby. Lalu Boby menyuruh Dedi pemilik Sonic Photo Copy Jalan Sumber Nongko Padang Bulan Medan untuk menscan edit SIM tersebut dan memperpanjang masa berlakunya.

SIM yang sudah dipalsukan tersebut, digunakan M Khalik dan distop petugas saat razia di Jalan Siantar-Parapat, pada Sabtu, 4 Nopember 2017, sekira pukul 12.30 WIB.

SIM A  No.880707180424 miliknya tidak terdaftar dalam buku register satpas Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun.                   

Perbuatan para terdakwa yang diadili dalam berkas terpisah itu, dijerat dengan pasal 264 ayat (1) dan pasal 263 ayat (1) Jo pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.                    

Dua saksi yang sudah didengar keterangan dalam persidangan itu dibenarkan para terdakwa. Terdakwa Boby Armad dan Dedy Syahputra Manurung, membenarkan perbuatannya dan menurut terdakwa pemalsuan itu baru pertama kali dilakukan.

Untuk tuntutan jaksa Majelis hakim pimpinan Lisfer Berutu, dibantu panitera Parulian Hasibuan,  menunda persidangan hingga Selasa mendatang.