HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Buntut Pelesiran Big Bos Bandar Narkoba Apin Lehu, Karutan Cabang Madina Dicopot

Apin Lehu saat ditangkap petugas Polsek Natal saat mengkonsumsi sabu, bersama istrinya, Fia Rahmadani, di Hotel Kurnia, Madina.

Medan, hetanews.com - Kaburnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Arifin alias Apin Lehu (41) dari Rutan Cabang Mandailing Natal, berdampak pada pencopotan jabatan, Army Siregar sebagai Kepala Rutan (Karutan).

Kepala Cabang Rutan Mandailing Natal (Madina), Armi Siregar, dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini, merupakan buntut dari kasus tertangkapnya seorang narapidana (napi), bernama Apin Lehu yang sedang pelesiran.

Dia tengah menjalani hukuman 8 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim, di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi pada tahun 2015.

Apin Lehu ditangkap petugas Polsek Natal saat mengkonsumsi sabu, bersama istrinya, Fia Rahmadani (26), di Hotel Kurnia, Madina. Petugas menyita 4 gram sabu, 20 butir pil happy five, 6 butir ekstasi dan 7 pecahan ekstasi.

"Armi digantikan dengan Pariaman Saragih. Saat ini yang bersangkutan bertugas (non-job) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut, Liberti Sitinjak, Selasa (23/1/2018).

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan internal di Rutan Cabang Mandailing Natal. Sejauh ini ditemukan fakta, bahwa Arifin keluar dari Rutan dengan alasan sakit, namun terjadi pelanggaran prosedur.

Baca Juga: Sering Keluar Masuk Lapas, Penangkapan Apin Lehu Berawal dari Kasus Laka Lantas

"Ada prosedur yang tidak sesuai dilakukan Kepala Rutan nya sendiri," ungkap Hermawan Yunianto selaku Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut.

Bahkan, katanya, Apin Lehu diantar langsung dengan mobil pribadi Armi Siregar. Saat di tengah jalan, Apin Lehh turun dari mobil. Dia bertemu di hotel sebelum akhirnya ditangkap polisi.

"Ini tidak sesuai dengan prosedur. Masa dikeluarkan tanpa surat, tidak boleh dan tidak dibenarkan," tegas Hermawan.

Jika terbukti bersalah, maka sanksi berat akan dijatuhkan kepada Army Siregar. "Kesalahannya masuk dalam kesalahan berat," paparnya.

Penulis: ardiansyah. Editor: gun.