Mon 18 Feb 2019

Jeritan Hati Sang Ayah yang Putrinya Tewas Usai Berhubungan Badan Dengan Pacar

Sejumlah keluarga korban saat ditemui di ruang Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar

Denpasar, hetanews.com - Suasana duka menyelimuti keluarga LDS (14), seorang siswi SMP di Tabanan, yang meninggal dunia setelah berhubungan badan dengan pacarnya berinisial GDW (25).

Sejumlah keluarga korban saat ditemui di ruang Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Senin (22/1) kemarin, tampak terpukul dan merasa sangat kehilangan.

Terutama KAN (40), ayah kandung korban. Raut wajah KAN terlihat murung, sesekali ia meneteskan air mata. Saat ditemui sejumlah awak media, pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini tidak tahu lagi harus berbicara apa.

Kata bingung terdengar keluar dari ucapannya. "Bingung, saya mau bilang apa lagi," ujarnya singkat sembari berjalan pergi meninggalkan awak media.

Adapun ibu korban dikabarkan berulangkali pingsan akibat kematian anaknya. "Ibunya (ibu korban) gak ikut ke sini (RSUP Sanglah) karena dia pingsan terus," kata bibi korban, NWA, di RSUP Sanglah, kemarin.

LDS merupakan anak pertama. Menurut pihak keluarga, korban jarang mengendarai sepeda motor sampai keluar dari desanya yang berada di Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

"Dia (korban) jarang keluar. Kalau pun keluar cuma di sekitar desa saja, tidak sampai keluar ke desa yang lainnya. Dia (pelaku) itu juga satu desa tapi lain banjar," bebernya.

Kepala sekolah tempat LDS mengenyam pendidikan, INS, juga mengaku terkejut dengan kabar bahwa siswinya mengalami musibah. "Informasi dari guru tidak ada permasalahan, anaknya biasa dan termasuk kategori pintar,” katanya.

Selain itu, LDS merupakan siswi yang rajin. Kesehariannya di sekolah selalu tampak wajar. Sucipta juga sudah berkoordinasi dengan kepala dusun di tempat asal korban terkait upacara pengabenan.

“Untuk kelanjutanya akan dibicarakan lagi dengan keluarga,” jelasnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah.

Dinas Pendidikan Tabanan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Pihaknya juga mengimbau kepada kepala sekolah agar memberikan perhatian lebih kepada siswa melalui guru di sekolah. “Harus ada pantauan, terlebih jika siswanya mengalami perubahan sikap di sekolah,” katanya. 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.