HETANEWS

Pertanyakan Janji Wabup, Ini Jawaban Pemkab Asahan pada Wartawan 

Perwakilian Pemkab Asahan yang menerima para awak media saat mempertanyakan janji wakil Bupati, Surya. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Puluhan wartawan pertanyakan janji Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang Wakil Bupati Asahan Surya terkait tindak  lanjut dan  proses terhadap oknum PPNS, Nasaruddin yang merusak surat tugas wartawan media online saat peliputan penertiban pedagang kaki lima (PKL) beberapa waktu lalu.

Surya yang saat itu didampingi Kepala Inspektorat Asahan, Zulkarnain dan Kaban Kesbang Sorimuda akan menonaktifkan tugas oknum PPNS di Satpol PP yang bertindak arogan pada wartawan.

Dalam aksi solidaritas sesama para wartawan kedua kalinya, Pemkab Asahan menerima kehadiraan puluhan jurnalis di Ruang Kenanga Kantor Bupati Asahan, Senin (22/1/2018).  Dalam tatap muka itu, Kepala Inspektorat Pemkab Asahan berjanji menindak oknum PPNS tersebut.

“Kita akan menindaknya, namun sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017. Untuk sementara kita menerima permintaan para awak media dengan tidak menurunkan Nasaruddin di kegiatan Satpol PP di lapangan. Sedangkan untuk pemutasian dan penonaktifan bukan wewenang saya,” ujar Zulkarnain diaminkan Sorimuda.

Sebelumnya sempat terjadin adu argumen antara awak media dan pihak perwakilan Pemkab Asahan dengan jawaban plinplan itu.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan Indra Sikumbang mengatakan, terima kasihnya atas permintaan wartawan, namun proses hukum yang dilakukan Nasaruddin tetap berjalan hingga tidak terulang hal serupa 

"Atas nama awak media di Asahan mengucapkan terima kasih karena harapan kami diaminkan, sehingga tidak terjadi kekisruhan di saat peliputan khususnya dengan pihak Satpol PP Asahan. Namun proses hukum tetap jalan,” ujar Indra.

Secara terpisah kepada hetanews.com, Indra menyampaikan, pihaknya berharap para petinggi di Pemkab Asahan mengetahui tugas dan fungsi wartawan. “Karena kami butuh informasi dan mereka (pejabat) butuh publikasi, sehingga dapat mewujudkan program-program pemerintahan di Asahan ini sesuai dengan harapan masyarakat di Kabupaten Asahan,” ujar Indra. 

Sementara itu oknum pejabat dan PPNS Pemkab Asahan yang alergi dikonfirmasi dan memberi ruang dalam peliputan wartawan di antaranya Kasatpol PP, Isah Harap pada tanggal 4 Oktober 2016 saat peliputan kepulangan jemaah haji.

Lalu Aris Yudhariansyah pada tanggal 18 Mei 2017 saat hendak dikonfirmasi pasca banjir. Direktur RSUD HAMS Kisaran, Edi Iskandar pada tanggal 6- Desember 2017 saat hendak diabadikan gambarnya. Terakhir, oknum PPNS Satpol PP Asahan Nasaruddin yang diduga meremukan surat tugas wartawan saat peliputan aksi penertiban pedagang. 

Penulis: heru. Editor: aan.