HETANEWS

Didatangi Pengurus Gereja Penerima Bansos, Kepala Biro Binsos Sumut Kabur

Perwakilan GKPI Tanah Lapang Pangururan dan GKPI Lumban Suhi-suhi saat berada di Biro Binsos Sumut, Senin (22/1/2018). Tribun Medan/Royandi

Medan, hetanews.com - Rumah ibadah seperti gereja dan masjid menjadi penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Sumatera Utara dalam P-APBD Sumatera Utara Tahun 2017.

Namun meski sudah terdaftar mendapat bansos, banyak yang tidak menerima bansos tersebut.

Untuk mencari tahu apa penyebab tidak cairnya bansos, padahal mereka sudah terdaftar menerima, pihak rumah ibadah yang mewakili GKPI Tanah Lapang Pangururan, Kabupaten Samosir dan GKPI Lumban Suhi-suhi, Kabupaten Samosir, mendatangi Biro Binsos Pemprov Sumut, Senin (23/1/2018).

Saat mendatangi Biro Binsos Sumut, perwakilan dua gereja ini diterima Kepala Biro Binsos Sumut, Yusuf Nasution, namun hanya sebentar dengan alasan akan mengikuti rapat dengan DPRD.

Dia pun secara singkat menjawab memang tidak semua yang sudah terdaftar, bansosnya tidak dicairkan.

Setelah memberikan jawaban singkat, dia pun pergi dengan terburu-buru dan meminta perwakilan gereja berbicara dengan staf Biro Binsos Sumut bernama Fahri.

Saat berbincang Fahri pun menunjukkan daftar yang mereka rekomendasikan mendapat bansos.

Dalam daftar ini GKPI Tanah Lapang Panguruan, tidak terdaftar sebagai penerima, namun GKPI Lumban Suhi-suhi, terdaftar sebagai penerima. Namun meski begitu, keduanya belum mendapat dana bansos tersebut. 

Fahri, staf Biro Binsos Sumut berkilah, tidak cairnya dana tersebut bukanlah urusan mereka, melainkan urusan dari Biro Keuangan Pemprov Sumut.

"Kami hanya mempersiapkan pengajuannya. Sudah kami ajukan. Kenapa belum cair silahkan ditanya ke biro keuangan," ujarnya.

Di Biro Keuangan Pemprov Sumut, pihak perwakilan gereja diberi penjelasan bahwa kedua gereja tersebut memang tidak diberikan dana bansosnya. Karena ada beberapa persyaratan yang tidak diberikan Biro Binsos Sumut.

"Kalau GKPI Lumban Suhi-suhi terdaftar. Namun tidak dicairkan. Kenapa? Karena ada berkas yang tidak dipersiapkan. Yang mempersiapkan berkas ini adalah orang Biro Binsos Pemprov Sumut. Mereka bersama penerima harus mempersiapkan persyaratanya," ujarnya.

Situmorang, perwakilan dari dua gereja yang terdaftar menerima bansos ini mengutarakan bahwa dia sangat kecewa dengan kinerja dari Pegawai Pemprov Sumut yang sama sekali tidak pernah memberitahukan bahwa gereja mereka mendapat bantuan sosial. Padahal mereka sangat butuh.

"Tidak pernah ada pemberitahuan kepada kami soal bantuan sosial ini. Padahal nomor kontak kami tertera di proposal kami. Kami pula yang harus sering datang menjumpai mereka kalau kami mau dapat bansosnya, kerja mereka apa. Kami kan jauh di daerah," ujarnya mengeluh.

Sumber: tribunnews.com

Editor: gun.