HETANEWS

Kapolres Simalungun Paparkan Pelarian Fia Usai Tabrak Lari Hingga Ditemukan Bersama Apin Lehu

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan saat memimpin press release terkait pengungkapan kasus laka lantas di Kantor Sat Lantas Polres Simalungun, didampingi Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Hendri ND Barus dan Kanit Laka Sat Lantas Polres Simalungun, Ipda Joni Sinaga, Senin (22/1/2018). (foto/ardiansayh)

Simalungun, hetanews.com - Sat Lantas Polres Simalungun membekuk seorang pelaku tabrak lari yang terjadi di Jalan Siantar-Medan Km 15-16 tepatnya di Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok menyebabkan seorang pengendara sepeda motor Yamaha nomor polisi (nopol) BK 3035 WAF, Hanafi Batubara (46), warga  Jalan Langkat Nomor 25 B, Kelurahan Martoba, Kota Siantar, meninggal dunia, di TKP, Selasa (5/12/2017) lalu, pukul 18.00 WIB.

Pelaku diketahui bernama Fia Rahmadani (27), warga Jalan KF Tandean, Gang Hidayah 02 Lingkungan III RT/ RW.003/ 003 Desa Pasar Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi.

Pelaku ditangkap dari pelariannya di Hotel Kurnia, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama teman prianya yang merupakan seorang bandar besar narkoba asal Siantar dan diketahui masih berstatus sebagai narapida di Rumah Tahanan (Rutan) Natal, Arifin Alias Apin Lehu (41).

Diketahui Apin Lehu merupakan terpidana kasus narkotika, dan dijatuhi hukuman selama 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi pada tahun 2016 silam. Terakhir kalinya, Apin Lehu berstatus narapidana di Rutan Natal dan sebelumnya merupakan salah seorang warga binaan di Lapas Narkotika Raya, Kabupaten Simalungun.

Peristiwa penangkapan Fia dijelaskan oleh Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan saat memimpin press release terkait pengungkapan kasus laka lantas di Kantor Sat Lantas Polres Simalungun, didampingi Kasat Lantas, AKP Hendri ND Barus dan Kanit Lak, Ipda Joni Sinaga, Senin (22/1/2018).

Kapolres menuturkan, Fia saat peristiwa kecelakan tersebut mengendarai mobil mini bus Honda BRV nopol BK 1164 NL. Saat kejadian laka lantas diketahui Fia sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Serbelawan akibat luka ringan yang dialaminya. Namun malam harinya, Fia dijemput seorang pegawai Lapas Narkotika Raya, Septa Andreas S dan dibawa ke Raya dengan alasan dibawa ke RSUD Tuan Rondahaim.

"Mengetahui hal tersebut, Kanit Laka, Ipda Joni Sinaga bersama anggota langsung mengejar ke RSUD Tuan Rondahaim, namun Fia Rahmadani tidak ditemukan," sebut Kapolres.

Lanjutnya, berdasarkan peristiwa tersebut yang telah tertuang di dalam Laporan Polisi Nomor: LP/ 0205/0222/ XII/ 2017, tanggal 5 Desember 2017, Sat Lantas Polres Simalungun melakukan berbagai upaya pengembangan dan pengejaran.

Pemanggilan pun dilayangkan ke Septa Andreas S. Pada tanggal 10 Januari 2018, Septa menerangkan, benar membawa Fia Rahmadani dari Puskesmas Serbalawan ke salah satu rumah kos-kosaan di Raya. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh personil Unit Laka, Fia tetap tidak ditemukan di rumah kos-kosan tersebut.

Septa menambahkan, bahwa keberadaan Fia diketahui oleh Master Juwandi Sidauruk, seorang warga Desa Sigodang Batu 20, Kecamatan Panambean Panei, Kabupaten Simalungun. Berbagai upaya pun kembali dilakukan untuk menemukan Master Sidauruk, mulai dari pemanggilan hingga mendatangi tempat tinggalnya, namun rumah bersangkutan tetap tidak berpenghuni.

Kapolres menjelsakan,  pada hari Rabu (17/1/2017) sekira pukul 11.00 WIB, Septa Andreas kembali hadir di Unit Laka Polres Simalungun untuk memberikan keterangan atas panggilan kepada dirinya. Didampingi penasehat hukumnya, Septa menerangkan, setelah kejadian, ia menjemput Fia di Puskesmas Serbalawan, kemudian membawanya berobat ke RSUD Tuan Rondahaim.

Namun, ia membawa ke kos-kosannya di Raya atas permintaan Fia. Setelahnya, Septa pulang dikarenakan mau mengantar istrinya ke Batubara. Septa juga menjelaskan, diirnya mendengar jika Master telah membawa Fia, namun tidak dijelaskan tujuannya. Ia juga menambahkanteman dekat Fia bernama Apin Lehu sudah tidak berada di Lapas Narkoba Pematangraya, namun sudah dipindahkan ke Lapas Siborang-borong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Kanit Laka bersama anggota kembali mencari Master  yang sebelumnya diperoleh informasi berada di Desa Marihat Nagor Sinda Raya, Kecamatan Raya Kahean. Namun sesampai di lokasi, Master tidak ditemukan. Akhirnya Master ditemukan di rumah teman wanitanya, di daerah Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kemudian dibawa ke Unit Laka Sat Lantas Polres Simalungun.

Saksikan Juga: Video - Kapolres Simalungun Paparkan Kasus Lakalantas Istri Big Bos Narkoba

Master dihadapan petugas mengakui, membawa Fia ke Hotel Kurnia pada Selasa (9/12.2017). Saat itu, terhadap Master juga dilakukan test narkoba dan hasilnya ia positif pengguna.

Ternyata persitiwa tersebut langsung sampai ke anggota Komisi III DPR RI, Junimart Girsang, di mana legislator senayan yang membidangi hukum itu menanyakan langsung perkembangan peristiwa yang laka lantas yang diperolehnya dari masyarakat kepada Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan.

Kapolres langsung memberikan atensi kepada Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Hendri ND Barus.  AKP Hendri yang pernah bertugas di Polres Madina ini langsung menghubungi Iptu Harles Gultom yang merupakan Kanit Reskrim Polsek Natal untuk meminta bantuan pencarian keberadaan Fia yang saat itu diduga masih berada di Hotel Kurnia.

Sekira pukul 15.30 WIB, Iptu Harles mendapatkan informasi dari reception hotel, bahwa perempuan beridentitas Fia masih berada dalam penginapan di kamar nomor 06. Langsung saja, Iptu Harles mendatangi kamar itu dan menemukan Fia Rahmadani yang saat itu bersama teman lelakinya yang belum diketahui siapa identitasnya.

Mendapat laporan atas ditemukannya Fia bersama teman laki-lakinya, AKP Hendri kembali meminta Iptu Harles mengirimkan foto teman lelakinya itu. Dan setelah melihatnya, AKP Hendri langsung memberitahukan, bahwa teman lelakinya itu merupakan narapidana narkoba bernama  Apin Lehu.

Iptu Harles yang saat itu sudah menaiki mobil membawa Fia dan Apin, langsung bergegas kembali ke hotel. Alhasil dari dalam kamar ditemukan bungkusan plastik berisi barang diduga Narkoba, berupa 20 butir happy five, 60 butir inex, 7 pecahan inex, 12,84 gram sabu, 4 buah kaca pirex dan 2 buah kaca pirex bekas pemakaian, 5 buah mancis, 4 buah pipet, 1 bungkus rokok Marlboro yang berisi rokok 10 batang, 1 buah gunting dan 3 unit handphone (1 unit merk Samsung warna gold dan 2 unit merk Nokia), yang diletakkan di celah ruang sempit dalam kamar mandi hotel.

Malam itu juga, Kasat Lantas bersama Kanit Laka dan anggota langsung menjemput Fia i ke Polsek Natal Polres Madina. Sedangkan Apin Lehu diserahkan ke Polres Madina. Kemudian melaporkan pengungkapan tersebut ke Pimpinan Polri tingkat Polda.

"Terhadap pelaku Fia Rahmadani, dikenakan Pasal 310 ayat (4) dan Pasal 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan. Kemudian dilakukan penahanan sesuai dengan Surat Perintah Nomor: SP.Han/ 01/ I/ 2018/ Lantas," sebut Kapolres

Penulis: zai. Editor: gun.