HETANEWS

7 Tahanan Lapas Binjai Kabur, Petugas Sipir Bakal Kena Hukuman Berat

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut, Hermawan Yunianto. Tribun Medan/Azis

Medan, hetanews.com - Kementerian Hukum dan HAM akan memberikan sanksi kepada sejumlah petugas Sipir di Lapas Klas IIA Binjai terkait kaburnya tujuh tahanan di Lapas tersebut pada 18 Desember 2017 lalu.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Sumut, Hermawan Yuniarto menyebutkan pemberian sanksi dilakukan setelah melakukan pemeriksaan secara internal terhadap sejumlah Sipir. Dan diketahui kaburnya tujuh tahanan Lapas Binjai akibat kelalaian petugas.

Adapun bentuk kelalaian sipir yaitu petugas tidak disiplin melakukan pemeriksaan yang menyebabkan tujuh narapidana bisa keluar dari sel hukuman.

"Kalau tidak sering dicek setiap hari seperti ini kejadiannya. Akibatnya mereka yang ditempatkan di sel tahanan bisa melarikan diri dengan menggergaji teralis besi kamar mandi," sebut Hermawan, Minggu (21/1/2018).

Hermawan juga mengungkapkan akan melakukan penyidikan perihal masuknya gergaji ke dalam Lapas Klas II A Binjai tersebut. Termasuk mencari tahu, pelarian yang dilakukan sudah terencana secara matang dan dilakukan beberapa hari

"Tidak mungkin satu hari mereka menggergaji terali besi itu.‎ Nggak mungkin dalam keadaan banyak orang mereka menggergaji teralis besi itu, pasti ketahuan. Mereka menggergajinya teralis besi pasti dicicil. Para napi pasti juga mematau aktivitas petugas sendiri," ungkapnya.

Sementara ketika ditanya bentuk sanksi yang akan diterapkan kepada sipir, Hermawan mengatakan itu akan disampaikan oleh Kemenkumham di Jakarta dan selanjutnya diberikan kepada petugas yang lalai.

"Sanksi sudah diserahkan, untuk pengambil keputusan ada di Jakarta (Kemenkuham RI), karena hukumannya berat-berat itu semuanya," kata Hermawan.

Begitu juga ketiga disinggung soal jumlah petugas sipir di Lapas Binjai yang akan mendapatkan sanksi, termasuk bentuknya, Hermawan mengaku masih menunggu keputusan dari inspektorat di Kemenkuham RI di Jakarta.

"Sudah kita periksa dan sudah kita usulkan. Tapi saya tidak bisa share itu, kalau ada keputusan baru bisa di share kepada media," ucap Hermawan.

Diketahui, ketujuh napi yang berhasil melarikan diri yaitu, Saifuddin alias Fudin (34) terpidana kasus narkotika dengan hukuman 8 tahun penjara, Abdul Rahman alias Rahman (33) tahanan kasus penadahan, Fahrul Azmi (35) tahanan kasus narkotika.

Selanjutnya, Yusrizal alias Rizal (39) terpidana kasus pencurian, Roni Adianto alias Roni (25) terpidana lkasus pencurian, Suhelmi alias Helmi (45) terpidana kasus narkotika dan Rudi alias Ajun (33) terpidana 10 tahun kasus narkotika.

Hermawan mengatakan sampai saat ini sudah mengamankan empat orang napi, yang melarikan diri. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail identitas napi yang telah berhasil diamankan kembali.

"Untuk di Lapas Binjai ada tiga lagi yang belum ditangkap," ungkap Hermawan.

Sumber: tribunnews.com

Editor: gun.