HETANEWS

Nenek Usia 90 Tahun Menjadi Tersangka Penebang Pohon

Saulina Boru Sitorus dengan tertatih-tatih mendatangi PN Balige. (foto/Julina Martha Hutapea)

Tobasa, hetanews.com - Niat ingin memperbaiki makam leluhur, Saulina Boru Sitorus (90) dan keenam anaknya yakni, Marbun Naiborhu (46), Bilson Naiborhu (60), Hotler Naiborhu (52), Luster Naiborhu (62), Maston Naiborhu (47) dan Jisman Naiborhu (45) menjadi tersangka penebangan pohon milik tetangganya.

Dengan tertatih-tatih Saulina dipapah cucunya melangkah menuju Pengadilan Negeri (PN) Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Selain merasa rindu kepada anak-anaknya, kehadiran Saulina juga ingin mendengarkan apa saja yang terjadi di persidangan.

Kepada hetanews.com, Saulina menerangkan,  tidak tau jika pelapor Japaya Sitorus (70) yang mempunya tanaman itu.

"Kenapa setelah kami menebangnya, dia (Japaya) mengaku itu sebagai miliknya? Kami permisi membangun makam itu," paparnya smbil mengunyah sirihnya.

Japaya mengklaim jika pepohonan yang ditebang anak-anak Saulina adalah tanaman miliknya.

Saulina Boru Sitorus bersama anak-anaknya.(foto/Julina Martha Hutapea)

Sementara itu, pewaris dari tanah yang diwakafkan menjadi tanah pekuburan tersebut menyangkal jika tanah itu diizinkan ditanami oleh masyarakat Panamean, termasuk Japaya.

Hal itu terbukti tertulis dalam surat pernyataan pewaris Opung Martahiam Sitorus khususnya pasal 1 dan 5 yang menyatakan tanah itu sudah diwakafkan menjadi pemakaman umum di Dusun Panamean. Dan tanah tersebut tidak pernah diizinkan digarap menjadi ladang oleh warga Dusun Panamean. Karena tanah pekuburan tersebut sudah ratusan tahun menjadi pemakaman umum. 

Namun Japaya tetap menyatakan bahwa ia berhak menuntut ganti rugi tanaman-tanaman yang telah ditebang. Upaya damai yang berulang kali dilakukan terkesan alot, sehingga para tersangka berakhir dibalik jeruji besi.

Saulina menjalani tahanan luar dengan pertimbangan usia yang sudah lanjut. Sedangkan keenam tersangka lainnya terpaksa melewatkan malam pergantian Tahun Baru di dalam jeruji besi.

Walaupun sudah dituntut hukuman 2 bulan kurungan bagi Saulina dan keenam anaknya masing-masing 6 bulan kurungan, namun mereka tetap yakin bahwa ketujuh tersangka tidak bersalah saat hakim akan menjatuhkan vonis nantinya.

Salah satu dari istri tersangka menyatakan bahwa kejadian ini bak mimpi buruk. Dirinya ingin kejadian ini segera berlalu dan suaminya beserta yang lainnya segera pulang. 

Penulis: tim. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.