Labuhanbatu, hetanews.com - AS (19), bersama ibu kandungnya, Mis (42), diamankan personil Unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat, Jumat (19/1/2018) sekira pukul 16.00 WIB.

Dari pengembangan itu, polisi turut mengamankan YADP (29) dari kediamannya, pada pukul 22.00 WIB. Kini, ketiganya resmi menjadi tahanan aparat kepolisian setelah mengamankan 11 paket sabu-sabu.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku, berawal saat Kanit Reskrim Polsek Kampung Rakyat, Iptu E  Ginting bersama anggota menindaklanjuti laporan masyarakat, bahwa di Dusun Sukamaju Andilo Desa Air Merah, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) sering ada ransaksi jual beli narkoba.

Saat petugas tiba di rumah tersangka, tiba-tiba saja orang tua tersangka, Mis langsung masuk ke dalam. Curiga dengan Mis, polisi langsung mengepung rumah tersebut. 

Benar saja, saat itu petugas melihat Mis, membuang sebuah dompet kecil ke belakang rumah. Selanjutnya petugas memerintahkan agar pelaku mengambil dompet tersebut.

"Setelah diperiksa anggota, ternyata isinya terdapat bungkusan plastik klip kecil transparan yang diduga berisikan narkotika jenis sabu sebanyak 11 bungkus. Di mana dari pengakuan Mis, bahwa sabu tersebut adalah milik anak perempuannya yang berinisial AS," sebut Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Herry Sugiarto, Sabtu (20/1/2018).

Polisi pun akhirnya melakukan pencarian terhadap AS dan setelah menemukannya, petugas menanyakan mengenai paket narkotika jenis sabu yang sengaja dibuang ibunya.

"AS mengakui, bahwa sabu tersebut adalah miliknya yang dia dapatkan dari seorang perempuan berinisial YADP dengan alamat di Dusun A3 Desa Air Merah," beber Kapolsek.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dengan melakukan pencarian terhadap YADP dan akhirnya berhasil diamankan. Dari keterangannya, YADP membenarkan, bahwa barang bukti sabu yang ditemukan pada AS adalah benar barang jualannya.

"Namun belum dibayar AS. Setelah dilakukan penggeledahan di rumah YADP pada sebuah kamar ada ditemukan plastik kecil transparan kosong berserakan. Dia menyatakan bahwa kamar itu ditempati adiknya laki - laki yang kemarin sudah berangkat merantau ke Pekanbaru ikut istrinya," jelas Kapolsek kembali.

Dari tersangka YADP, polisi menemukan uang sebesar Rp 1 juta yang merupakan hasil penjualan sabu-sabu kepada orang-orang lainnya yang datang membeli. 

"Hasil interogasi yang kami lakukan kepada AS, bahwa suaminya yang bernama Rusdi lima bulan lalu bersama dengan suami YADP yang bernama Demi ditangkap polisi karena sebagai bandar narkoba dan saat ini masih di penjara. As menyatakan, bahwa suaminya dari penjara melalui HP pada dua bulan yang lalu menyuruhnya untuk join dengan YADP berjualan sabu-sabu," ungkapnya.

Selain mengamankan 11 paket sabu dan uang Rp 1 juta, petugas juga mengamankan 1 lembar kertas putih, 2 buah pipet, 1 buah pisau silet, 1 lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu, s1 buah dompet kecil dan 1 unit handphone (HP) merk Samsung warna hitam.

Guna keperluan penyidikan, ketiga tersangka telah dilakukan pemeriksaan dan kini berada di dalam sel tahanan guna ditindaklanjuti ke pihak Kejaksaan.