HETANEWS

Kriminalisasi 'Big Bos' Narkotika, Apin Lehu Terhadap Warga Binaan Lapas Berakhir ‘86’

Kalapas Narkoba Raya, Elly Yuzar (kiri) dan Apin Lehu. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Tindak pidana kriminalisasi 'big bos' narkotika, Arifin (41) alias Apin Lehu, warga Jalan HOS Cokroaminoto Siantar, terhadap warga binaan Lapas Narkoba Raya, Kabupaten Simalungun, sekira awal Desember 2017 lalu, berakhir damai alias 86 dengan korban.

Sehingga proses hukum kasus tersebut dianggap selesai.

Tutupnya kasus hukum tindak pidana kriminalisasi 'manusia setengah dewa' (Apin Lehu), sebab dengan mudah keluar masuk Lapas, sementara menyebabkan luka permanen terhadap korban itu disampaikan Kalapas Narkoba kelas IIA Siantar, Elly Yuzar, Sabtu (20/1/2018) sekira pukul 12.18 WIB.

"Kalau mereka berkelahi, dipanggil secara kekeluargaan untuk proses perdamaian. Sama seperti perkelahian di luar, kalau bisa diselesaikan, kan tidak dilanjutkan alias ditutup," ucap Elly via telepon seluler miliknya.

Menurut Elly, dirinya enggan menanggapi konfirmasi pesan singkat yang dilayangkan hetanews melalui WA (WhatsApp) miliknya karena merasa sungkan. Sehingga dirinya menanggapi konfirmasi melalui telepon selulernya. Dia pun menerangkan, bahwa dirinya menjabat Kalapas baru terhitung tiga bulan.

"Jujur. Saya tak ingat identitas korban kriminalisasi Arifin. Juga pegawai yang turut terlibat. Yang jelas, jika persoalan itu bisa diselesaikan di tingkat bawah, tidak sampai di KPLP. Jika tak selesai, maka ke Kantib. Tak selesai juga, maka di BAP. Jika juga tak selesai, maka persoalan itu diproses hukum," imbuh Elly.

Sementara, sejumlah mantan nara pidana (napi) yang berhasil dimintai keterangan mengatakan, jika seorang napi dalam Lapas melakukan tindak pidana, maka minimal dijebloskan dalam kamar trapsel dan dikenakan sanksi tidak menerima remisi dalam tahun terjadinya tindak pidana.

Penulis: zai. Editor: gun.