HETANEWS.COM

Anak Menagih Hutang, Sabar Ditikam Tetangga Hingga Tewas 

Anak korban, Andi Halewa mengalami luka di kepala. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Diduga marah karena ditagih hutangnya, Samsul (35) menikam Andri Sabar Halewa (55) di bagian dada hingga akhirnya tewas.

Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syarin Ritongga melalui Kapolsek Simpang Empat, AKP Supriyadi Yantoto, Sabtu (20/1/2018) membenarkan kejadian penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain akibat utang piutang.

"Penganiayaan dilakukan Samsul pada Jumat malam (19/1/2018) sekira pukul 22.00 WIB di Dusun VIII Pisang Binaya, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Deluk Dalam terhadap korban yang masih bertetangga. Saat ini korban telah divisum di RSUD Djasamen Saraih Kota Siantar. Sedangkan untuk tersangka masih dilakukan pengejaraan," ujar Kapolsek.

Informasi yang dihimpun hetanews.com di lokasi kejadian, awalnya anak korban bernama Andi Halewa (20) pada Jumat (19/1/2018) malam mendatangi rumah tersangka yang tidak jauh dari rumah korban untuk menagih hutang 

Lalu karena tersangka belum pulang, selanjutnya Andi menyampaikan kepada istri Samsul untuk  membayar hutang tersebut.

Korban Sabar Halewa yang tewas ditikam. (foto/heru)

Andi pun segera pulang ke rumahnya yang hanya berjarak kurang lebih 150 meter.

Selang beberapa jam tersangka pulang, dan mendengar kabar dari sang istri bahwa Andi datang meminta hutang sebesar 500 ribu. Selanjutnya Samsul bergegas menghampiri rumah korban.

Sesampainya di rumah korban, awalnya terjadi pertengkaran antara Samsul dengan Andi Halewa hingga terluka di bagian kiri kepalanya akibat sabetan  pisau yang dibawa tersangka.

Melihat pertengkaran itu, Sabar coba melerai. Naas justru pisau yang dibawa tersangka bersarang ke dada Sabar hingga korban bersimbah darah di dalam rumahnya.

Salah satu warga mengaku bernama Harun menuturkan, kejadian nya begitu cepat dan terkejut melihat Sabar sudah terkapar bersimbah darah di dalam rumahnya.

Rumah korban penikaman. (foto/heru)

"Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) di Kisaran, namun yawanya tidak tertolong," ujar Harun 

Harun bercerita, mereka mendengar Samsul mempunyai hutang sebesar 3 juta, namun masih ada tersisa Rp 500 ribu.

"Utang itu uang tarikan dan memang malam itu Syamsul kami lihat sudah mabuk," ujar Harun.

Secara terpisah warga lain mengaku bernama Riadi, jika tersangka memang pemabuk, bahkan sombong.

"Ini berbanding terbalik dengan korban yang juga salah satu pengurus serikat kemalangan di kampung kami," ujar Riadi sembari meminta agar tersangka segera ditangkap untuk di adili sesuai perbuatannya membuat hilangnya nyawa orang lain.

Penulis: heru. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!