HETANEWS

Sat Narkoba Simalungun Ungkap Jaringan Narkoba di Siantar, 6 Pelaku 'Diangkut'

Keenam pelaku yang diamankan Sat Narkoba Polres Simalungun.

Simalungun, hetanews.com - Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun yang dikomandoi Kasat Reserse Narkoba Polres Simalungun AKP Marnaek Ritonga kembali mengungkap jaringan peredaran narkotika ke wilayah Kota Siantar. 

Dari 6 orang pelaku yang diringkus, salah satunya berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Keenam pelaku diringkus dari 3 lokasi berbeda, yaitu di Jalan Melanthon Siregar Gang Mulia Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Marihat Kota Siantar, tepatnya di dalam rumah salah seorang pelaku Fran Niko Tarigan, Kamis (18/1/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

Kemudian di Jalan Melanthon Siregar Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun Kota Siantar, tepatnya di kandang ayam belakang rumah orang tua salah pelaku Siswanto Panjaitan, Kamis (18/1/2018) sekira pukul 16.30 WIB. Terakhir di Komplek Rumah Sakit (RS) Balimbingan Nagori Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun tepatnya di dalam rumah pelaku Ipal, Kamis (18/1/2018) sekira pukul 22.00 WIB.

Menurut Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan melalui AKP Marnaek Ritonga, Sabtu (20/1/2018), pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan terhadap DPO hasil dari pengembangan 3 orang pelaku (Donni Gio Silalahi alias Doni, Feriman Tampubolon alias Feri dan Junika alias Jun Kero Alias Pellong) yang sebelumnya sudah diamankan di wilayah hukum Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar.

Marnaek menjelaskan, ketiga pelaku itu merupakan rentetan rantai penyalahgunaan narkotika jenis sabu yaitu Donni Gio membeli sabu kepada Feriman Tampubolon. Sedangkan Feriman membeli sabu dari Junika. Sementara Junika mengaku mendapatkan sabu dari Niko Tarigan yang berdomisili di wilayah Siantar.

"Pengakuan Junika itu langsung kita kembangkan, di mana Kamis (18/1/2018), petugas mengetahui keberadaan Niko di Jalan Melanthon Siregar Gang Mulia Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Marihat," papar Marnaek.

Tanpa menunggu lama, Unit Lidik Sat Narkoba langsung mendatangi lokasi tersebut. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas melakukan pengepungan terhadap rumah yang dicurigai.

Barang bukti yang diamankan petugas.

Dari rumah itu diamankan Niko Tarigan. Namun saat dilakukan penggeledahan badan, tidak ada ditemukan barang bukti. Petugas pun melakukan penggeledahan rumah yang disaksikan Lurah setempat dan orang tua Niko Tarigan.

"Akhirnya ditemukan 2 bungkus plastik klip kecil diduga berisi sabu, 1 bungkus plastik klip kecil berisikan bekas sabu, 1 bungkus plastik klip besar kosong, 10 bungkus plastik klip sedang kosong, 1 buah kompeng, 1 buah sendok terbuat dari pipet, 1 sendok terbuat dari pipet, 1 buah bong dan uang sebesar Rp 435 ribu," sebut Marnaek.

Lanjutnya, saat Niko diinterogasi, mengaku mendapatkan sabu dari Anto yang juga warga Siantar. Keterangan itu ditindaklanjuti dengan mendatangi rumah Anto di Jalan Melanthon Siregar Kelurahan Marihat Jaya.

Dari rumah itu kembali diamankan 4 orang laki-laki tepatnya dari kandang ayam belakang rumah yang diduga milik Anto. Keempat pelaku itu Siswanto Panjaitan alias Anto (38), Muhamad Idris alias Idris (36), warga Jalan Jambu Gang Rambe Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Marihat, Bachtiar Efendi Panjaitan alias Kiak (49), warga Jalan Melanthon Siregar Kelurahan Marihat Jaya dan Andi Asgara alias Aseng (30), warga Jalan Melanthon Siregar Gang Cantik Manis nomor 7 Kelurahan Marihat Jaya.

Saat penggerebekan itu, Anto dan Idris diamankan dari dalam sebuah kamar gudang dekat kandang ayam. Sedangkan Kiak dan Aseng diamankan dari kandang ayam.

Dari keempat pelaku tidak ada ditemukan barang bukti narkotika. Namun dari rumah, tepatnya di kamar gudang dan kandang ayam ditemukan barang bukti  2 bungkus plastik klip besar yang dibalut tisu dan dibungkus plastik merk kacang madu diduga berisikan sabu, 2 bungkus plastik klip kecil yang dibalut plastik asoy warna biru dan hitam diduga berisi sabu, 1 unit timbangan elektrik warna hitam merk Ampun, uang hasil penjualan narkotika senilai Rp 325 ribu, 1 unit handphone (HP) warna hitam merk Nokia, 3 buah mancis, 3 buah pipet, 2 buah sekop terbuat dari pipet dab 1 buah kompeng.

Selanjutnya keenam tersangka dan barang bukti diboyong ke Kantor Sat Narkoba Polres Simalungun untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: zai. Editor: aan.