HETANEWS

Sering Keluar Masuk Lapas, Penangkapan Apin Lehu Berawal dari Kasus Laka Lantas

Apin Lehu saat ditangkap dari Hotel Kurnia di Madina.

Siantar, hetanews.com - Arifin (41) alias Apin Lehu (41) yang dikenal dengan 'Big Bos' narkoba diketahui masih berstatus narapidana (napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat diringkus dari Hotel Kurnia bersama teman wanitanya Fia Rahmadani (27), Rabu (17/1/2018).

Penangkapan bandar besar narkoba itu berawal dari adanya kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di Jalan Siantar-Medan Km 15-16 tepatnya di Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun yang dilakukan Fia Rahmadani warga Jalan KF Tandean Gang Hidayah 02 Lingkungan III RT/RW 003/003 Desa Pasar Baru Kecamatan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi. Kecelakaan itu menyebabkan seorang pengendara sepeda motor Yamaha nomor polisi (nopol) BK 3035 WAF meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (5/12/2017) pukul 18.00 WIB.

Sesuai data dari website polressimalungun.com, Sabtu (20/1/2018) diketahui Fia saat itu sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Serbelawan akibat luka ringan yang dialaminya. Namun malam harinya Fia dijemput Indra, oknum anggota TNI Rindam I/ BB bersama seorang pegawai Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Raya Septa Andreas S. Tujuannya untuk membawa Fia ke RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya.

Mengetahui hal tersebut, Kanit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun, Ipda Joni Sinaga bersama anggotanya langsung mengejar ke RSU Tuan Rodahaim, namun Fia tidak ditemukan. Berdasarkan peristiwa yang telah tertuang di dalam Laporan Polisi Nomor: LP/ 0205/ 0222/ XII/ 2017 tanggal 5 Desember 2017, Sat Lantas Polres Simalungun melakukan berbagai upaya pengembangan dan pengejaran.

Pemanggilan pun dilayangkan ke Indra dan Septa Andreas. Pada tanggal 10 Januari 2018, Indra dan Septa membenarkan membawa Fia dari Puskesmas Serbalawan ke RSUD di Pematang Raya. Namun sesampai di Kota Siantar, Indra mengakui tidak ikut ke Raya dan turun di Siantar. Sementara Septa membawa Fia ke Raya.

Sementara dari keterangan Septa mengatakan bahwa Fia berada di salah satu rumah kos-kosan di Raya. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh personil Unit Laka, Fia tetap tidak ditemukan di rumah kosan tersebut.

Septa menambahkan, bahwa keberadaan Fia diketahui Master Juwandi Sidauruk, warga Desa Sigodang Batu 20 Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun.

Berbagai upaya pun kembali dilakukan untuk menemukan Master Juandi Sidauruk, mulai dari pemanggilan hingga mendatangi tempat tinggalnya. Namun rumah Master tetap tidak berpenghuni.

Kemudian Rabu (17/1/2018) sekira pukul 11.00 WIB, Septa kembali hadir di Unit Laka Polres Simalungun untuk memberikan keterangan atas panggilan kepada dirinya. Didampingi penasehat hukumnya, Septa menerangkan setelah kejadian, ia bersama Indra menjemput Fia di Puskesmas Serbalawan kemudian membawanya berobat ke RSU Pematang Raya. Namun saat tiba di Siantar, Indra turun dari mobil dan Septa melanjutkan membawa Fia ke kosannya di Raya atas permintaan Fia. Setelahnya, Septa pulang dikarenakan mau mengantar istrinya ke Batubara.

Septa juga menjelaskan, bahwa ia mendengar, Master telah membawa Fia namun tidak dijelaskan tujuannya. Ia juga menambahkan, teman dekat Fia bernama Apin Lehu sudah tidak berada di Lapas Narkoba Pematangraya, namun sudah dipindahkan ke Lapas Siborang-borong.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Simalungun Ipda Joni Sinaga bersama anggotanya kembali mencari Master Juandi Sidauruk yang sebelumnya diperoleh informasi berada di Desa Marihat Nagor Sinda Raya Kecamatan Raya Kahean, namun sesampai di lokasi, Master tidak ditemukan. Akhirnya Master ditemukan di rumah teman wanitanya di daerah Sipispis Kabupaten Sergai, kemudian dibawa ke Unit Laka Sat Lantas Polres Simalungun.

Master mengakui membawa Fia ke Hotel Kurnia di Mandina pada Selasa (9/12/2017). Saat itu, terhadap Master juga dilakukan tes narkoba dan hasilnya positif pengguna narkoba.

Fia Rahmadani saat diamankan petugas dari kamar Hotel Kurnia.

Ternyata kejadian tersebut langsung sampai ke anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang. Legislator Senayan yang membidangi hukum itu menanyakan langsung perkembangan peristiwa laka lantas yang diperolehnya dari masyarakat kepada Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan. Kapolres langsung memberikan atensi kepada Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri ND Barus 

Hendri yang pernah bertugas di Polres Madina ini langsung menghubungi Iptu Harles Gultom merupakan Kanit Reskrim Polsek Natal untuk meminta bantuan pencarian keberadaan Fia Rahmadani yang saat itu diduga masih berada di Hotel Kurnia.

Rabu (17/1/2018) sekira pukul 15.30 WIB, Iptu Harles mendapatkan informasi dari reception hotel bahwa Fia masih berada dalam penginapan di kamar nomor 06. Langsung saja, Iptu Harles bersama personil mendatangi kamar itu dan menemukan Fia bersama teman lelakinya yang belum diketahui siapa identitasnya.

Mandapat laporan ditemukannya Fia bersama teman laki-lakinya, Hendri kembali meminta Harles Gultom mengirimkan foto teman lelakinya itu.

Dan setelah melihatnya, Hendri langsung memberitahukan bahwa teman lelakinya itu merupakan narapidana narkoba bernama Arifin alias Apin Lehu.

Harles Gultom yang saat itu sudah menaiki mobil membawa Fia dan Apin, langsung bergegas kembali ke hotel. Alhasil dari dalam kamar ditemukan bungkusan plastik berisi barang diduga narkoba jenis ineks dan Slsabu yang diletakkan di celah ruang sempit dalam kamar mandi hotel.

Malam itu juga, Kasat Lantas Polres bersama Kanit Laka dan anggota langsung menjemput Fia ke Polsek Natal. Sedangkan Apin Lehu diserahkan ke Polres Madina. 

Sebelumnya diketahui informasinya selama ini Apin Lehu bebas keluar masuk saat di Lapas Narkotika Raya. Informasi mengenai Apin Lehu itu juga sudah diterima pihak Polres Simalungun.

Diketahui Apin Lehu merupakan terpidana kasus narkotika yang dihukum selama 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi pada tahun 2016 silam.

Terakhir kalinya Apin Lehu berstatus napi di Rutan Natal, setelah sebelumnya di Lapas Narkotika Raya.

Penulis: tim. Editor: aan.
Komentar 1