HETANEWS

Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Go-Car 32 Poin, Driver Pun Mogok Sampai Senin?

Papan bunga yang dipajang didepan kantor PT Go-jek Aplikasi Karya Anak Bangsa cabang Siantar. (foto/hug)

Siantar, hetanews.com - Pasca diterbitkannya peraturan baru tentang target poin dan bonus, di tahun 2018 oleh PT Go-jek Aplikasi Karya Anak Bangsa, sejumlah Driver Go-Car di Kota Siantar melakukan aksi protes, Kamis (18/1/2018) sore, sekira pukul 14.00 WIB, di halaman kantor Go-Jek Siantar, Jalan Medan Km 4,5 Kecamatan Siantar Martoba.

Tuntutan yang mereka sampaikan agar poin dan bonus yang sebelumnya ada diberlakukan kembali. Aksi protes yang dilakukan para supir ini terbilang kurang etis. Mereka memasang papan bunga berjejer, di seberang jalan, menghadap kantor tersebut.

Salah seorang ibu yang sedang melintas di jalan sempat berhenti untuk bertanya. "Kenapa rame - rame ini, yang adanya supir Gojek ini yang mati?. Kok banyak kali papan bunga tulisannya turut berduka cita. Bah, masih muda ya tapi sudah mati. Yang kenapanya?," katanya kepada salah beberapa pria yang berdiri di pinggir jalan, seraya menjawab pertanyaan ibu tersebut. Dan tidak begitu lama, ibu itu pergi.

Ternyata para supir Go-Car tersebut memasang papan bunga ucapan '"Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Go-Car 32 Poin Driver Go-Car Cab Pematangsiantar".

Belum diketahui persis apa alasan para driver menyusun kata-kata duka cita, layaknya ungkapan untuk orang meninggal dunia.

Namun, salah seorang pria yang memakai Bet PT Go-jek merasa tidak terima. Sebab bentuk protes yang dilakukan oleh para driver tersebut telah meledek, nama baik perusahaan.

"Keterlaluan kali dibuat kata-kata seperti itu. Itu sudah ngotori nama perusahaan ini, padahal taunya awak, orang ini pun nembak ajanya kerjanya," ketus pria berkulit putih berkaca mata ini.

Kerumanan para Driver Go.Car di halaman perusahaan PT Go-jek Aplikasi Karya Anak Bangsa cabang Siantar, di Jalan Medan Km 4,5 Kota Siantar, Kamis (18/1/2018) siang. (foto/hug)

Masih di tempat yang sama, tampak 2 orang perwakilan para driver, menemui para rekan seprofesinya. Dihadapan belasan teman - temanya, salah seorang pria itu mengatakan, aspirasi mereka sudah diterima oleh pihak perusahaan.

"Tadi sudah kami sampaikan mengenai poin dan bonus itu. Paling lama Senin. Senin kita akan tanyakan kembali hasilnya. Sepakat kita kan? Kalau sepakat, hari ini sampai Senin kita off," katanya, disahuti rekannya pertanda setuju.

Usai berswafoto bersama, mereka sepakat mengangkat papan bunga tersebut. "Kita gulung saja papan bunga ini," ujar salah seorang pria memakai kaos itu.

Ketika ditanyai soal rencana mogoknya para driver Go Car, seorang perwakilan para driver yang baru saja beraudiensi dengan pihak perusahaan mengiyakan, kalau mereka (para driver) tidak akan beroperasi hingga Senin depan.

"Iya kami akan off sementara. Tunggu sampai Selasa, kita tanya kembali ke perusahaan," kata pria mengaku bernama Hendro Sitorus seraya tergesa-gesa meninggalkan wartawan.

Saat hetanews.com mencoba mengkonfirmasi langsung ke pihak PT Go-jek Aplikasi Karya Anak Bangsa cabang Siantar, salah orang pria bertubuh tegap yang berdiri didepan pintu kantor, menyarankan supaya menanyakan hal tersebut kepada rekannya yang ketepatan duduk di bangku sepeda motor berjarak 3 meter dari depannya.

"Langsung saja sama orang (pria,red) itu, dia yang tau," kata pria berambut cepak yang mengenakan bet bernama Iqbal.

Saat dikonfirmasi, pria yang mengaku, bernama Hotner Sitompul ini malah menjawab berbelit - belit. "Gak tau lah, kek mana kata orang itu (driver) kek gitulah. Aku orang lapangannya, satgas," jawabnya.

Iqbal, si pria tegap berambut cepak yang ditanyai kembali, menerangkan kalau di PT Go-jek Aplikasi Karya Anak Bangsa cabang Siantar tidak ada pimpinan.

"Orangnya kek kita semua disini. Kami satgas. Ya kalau pimpinannya enggak ada. Pokoknya kami satgas, orang-orang lapangan, gak ada pimpinannya disini," tukasnya, kemudian berpaling.

Menyangkut hal itu, salah seorang pria yang dimintai tanggapanya mengatakan, jika perusahaan teknologi yang melayani jasa angkutan ini mempekerjakan beberapa oknum non sipil sebagai satgas pengamanan.

"Gak satpam, gak preman, gak OKP, sudah taunya abang itu," bebernya seraya mengajak pulang rekannya.

Penulis: gee. Editor: gun.