HETANEWS

Lanjutan Pelebaran Jalan Kabanjahe-Berastagi Terancam Gagal, Ini Perintah Bupati Karo

Proyek pelebaran jalan Kabanjahe-Berastagi. (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Lanjutan pelebaran jalan Kabanjahe-Berastagi terancam gagal.

Pasalnya, hingga saat ini, Kamis (18/1/2018), surat dukungan warga yang lahannya terkena pelebaran jalan mulai dari Desa Sumbul, Raya hingga Desa Rumah Berastagi, belum juga selesai atau masih mengambang.

Anggaran pembangunannya juga tidak jelas di DIPA BBPJN Wilayah I Medan.

Bila dalam bulan ini (Januari 2017) surat persetujuan warga belum juga selesai untuk diserahkan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Medan, sebagai salah satu syarat utama administrasi, maka dapat dipastikan lanjutan pelebaran jalan Kabanjahe-Berastagi tahap II gagal. 

Warga desa yang dibutuhkan surat dukungannya dengan membubuhkan tandatangan ada sekitar 300 kepala keluarga  (KK) yang berdomisili di Desa Raya dan Simpang Ujung Aji, serta Fesa Rumah Berastagi Kecamatan Berastagi.

Namun, sebagian dari warga yang dibutuhkan surat dukungannya itu ada yang berdomisili di luar kedua desa itu.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Camat Berastagi, Mirton Ketaren, Kamis (18/1/2018) mengatakan, bahwa pihaknya sudah  berbulan-bulan melakukan sosialisasi kepada warga kedua desa itu (Desa Raya dan Desa Rumah Berastagi).

"Terakhir Pemkab Karo melakukan sosialisasi lanjutan pelebaran pada  27-28 Desember tahun kemarin (2017) di lantai 3 aula kantor Bupati Karo dan dalam sosialisasi itu tidak ada lagi masalah dari warga, semuanya setuju kalau jalan itu diperlebar.    

Namun dari 300 Kepala Keluarga (KK) warga (Rumah Berastagi dan Desa Raya) pemilik lahan terkena pelebaran, ada sekitar 70-75 KK yang belum membubuhkan tandatangannya dalam surat dukungan itu.

"Untuk mempercepat penyelesaian administrasi dukungan warga kita (pemerintah) sudah melakukan koordinasi dengan kepala desa untuk mencari alamat pemilik lahan yang dibutuhkan surat dukungannya. Selain itu, kita juga sudah melakukan koordinasi dengan Bappeda Pemkab Karo dan Dinas PUPR Kabupaten Karo dalam kaitan pelebaran jalan itu,” kata Mirton.

Ditargetkan dalam seminggu ini, diusahakan surat dukungan warga itu sudah selesai dan selanjutnya surat dukungan itu diserahkan ke Dinas PUPR untuk diteruskan ke BBPJN Wilayah I Medan.          

Menyikapi lambatnya proses penyelesaian surat dukungan warga untuk pelebaran jalan nasional Kabanjahe-Berastagi, Bupati Karo, Terkelin Brahmana telah memerintahkan kepada instansi terkait (Bappeda, PUPR dan Camat Berastagi) supaya segera menyelesaikan surat dukungan itu.

“Dalam minggu ini harus selesai surat dukungan itu, berdayakan semua potensi-potensi yang ada, tingkatkan komunikasi dengan seluruh lapisan atau elemen yang ada, agar cepat selesai. Alangkah ruginya kita bila proyek jalan nasional ini tidak jadi terlaksana hanya karena kelalaian kita,” tegas Bupati.

 "Terimakasih kasih kepada masyarakat, dengan sukarela dan ikhlas lahannya untuk pembangunan pelebaran jalan, tanpa harus minta ganti rugi. Hal ini merupakan bentuk peran serta warga untuk memperlancar pembangunan daerah yang kita cintai ini," ungkap Terkelin, menyikapi warga yang setuju untuk lanjutan pelebaran jalan Kabanjahe - Simpang Ujung Aji, Berastagi.

Soal anggaran pelebaran jalan belum ditampung, menurut Terkelin, itu tergantung pusat.

"Kalau surat dukungan itu cepat selesai dan diserahkan ke pihak terkait, besar kemungkinan pemerintah pusat akan membantu kita untuk pelaksanaan pembangunan pelebaran jalan itu,” ujarnya.

Sementara  PPK Proyek BBPJN Wilayah I Medan, Nanda mengatakan, bahwa pihaknya belum ada menerima surat dukungan warga Desa Raya dan Desa Rumah Berastagi terkait pelebaran jalan.

Menyangkut soal lanjutan pelebaran jalan Kabanjahe-Simpang Ujung Aji, Nanda mengatakan, anggaran pelebaran jalan itu belum ada ditampung di DIPA BBPJN Wil. I Medan tahun 2018. Artinya kalau mempedomani DIPA itu, pelebaran jalan Kabanjahe-Simpang Ujung Aji tahun ini (2018) belum dilaksanakan.

"Lagi pula kalau belum ada surat pernyataan dukungan warga yang terkena pelebaran jalan itu, kan nggak mungkin dianggarkan dana pelebarannya. Kita trauma permasalahan pelebaran jalan Kabanjahe-Sumbul itu, yang sempat tertunda-tunda berbulan-bulan lamanya, sehingga mengganggu pelaksanaan pekerjaan proyek pelabaran jalan itu," ujar Nanda.

Sebelumnya konsultan proyek pelebaran jalan nasional Kabanjahe-Berastagi, Purnawirawan Sebayang, selaku putra daerah merasa bangga, bila proyek pelebaran jalan ini tuntas hingga kota wisata Berastagi.

"Namun demikian, ada baiknya Bupati Karo melakukan lobi-lobi lagi ke pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Medan. Dekaligus menyampaikan bukti-bukti otentik kesediaan atau persetujuan masyarakat terhadap lanjutan proyek ini tanpa ganti rugi, sehingga tahun ini bisa tuntas pelebaran jalan Kabanjahe-Berastagi, ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek pelebaran jalan nasional jurusan Kabanjahe-Berastagi, tahap pertama sepanjang 2,3 km sudah tuntas.  Semula lebar jalan direncanakan 24 meter, akhirnya berubah men­jadi 20 meter.

Karena banyaknya protes dari masyarakat ketika itu, sehingga diputuskan lebar dari 24 meter menjadi 20 meter dan panjang  yang semula 1,8 km berubah men­jadi 2,3 km dengan ang­garan dari APBN 2017 sebesar Rp 32 miliar.

Penulis: charles. Editor: gun.