Sergai, hetanews.com - Oknum Camat Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berinisial MSS bersikap sombong kepada warga.

Kesombongan ditunjukkan MSS ketika dimintai selembar surat keterangan.

"Kita datang baik-baik untuk meminta sebuah surat keterangan. Namun pak Camat malah menjawab cuek dan sombong kepada kami," kata Frederig Herlambang Rangkuti, kemarin.

Frederig merupakan kuasa hukum dari Jhonri Manik, salah satu warga Desa Mala Sori di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai.

Peristiwa itu bermula ketika Frederig bersama kliennya Jhonri didampingi oknum Kepala Desa Sarja Purba, mendatangi kantor Bupati Sergai pada 15 Januari 2017 yang lalu.

Saat itu, kata Rangkuti, kliennya yang memiliki sebidang tanah di Desa Malosori mendapat gangguan dengan cara dirusaknya tanaman kelapa sawit di tanah milik Jhonri tersebut. Mereka pun berupaya mengadukan kasusnya ke Polda Sumatera Utara (Poldasu).

"Surat keterangan dari Camat kami perlukan untuk melengkapi berkas pengaduan ke Poldasu atas pengerusakan tanaman sawit. Nah, ketika kami pertama datang ke kantor Camat tidak berhasil berjumpa dengan Camat. Salah satu petugas kecamatan bilang pak camat lagi rapat di Kantor Bupati," ujarnya.

Begitu lah, sejurus kemudian mereka pun bergegas ke kantor Bupati dan menemui camat. Hanya saja, saat bertemu MSS Camat dimaksud bersikap cuek dan sombong.

"Nah, ketika kami jumpa di Kantor Bupati. Pak Camat tanya apa masalah kami dan kemudian kami jelaskan untuk meminta surat dimaksud. Namun, habis mendapat penjelasan pak camat pergi begitu saja," kata Frederiq.

"Begitupun setelah pak Camat pergi begitu saja, saya mengejarnya. Bahkan ketika nomer handphone (HP) yang bersangkutan saya minta, pak Camat bilang 'untuk apamu no HP saya, siapa kali kau rupanya. Saya ini adik Wakil Bupati'," ujar Rangkuti menirukan jawaban sang Camat.

Frederiq mengaku sangat menyayangkan sikap MSS yang tidak layak mengayomi masyarakat. Dirinya pun berharap Bupati Soekirman mencopot abdi negara tersebut.

Sayangnya, Camat Dolok Masihul, MSS belum dapat dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.