HETANEWS

Tak Terima Divonis 7 Tahun, Terdakwa Kurir Sabu dan Jaksa Nyatakan Banding

Terdakwa digiring petugas usai divonis 7 tahun penjara. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim A Hadi Nasution, Nasfi Firdaus dan Hendrawan Nainggolan, memvonis terdakwa Jhon Priadin Saragih (37), warga Jalan H Ulakma Sinaga Huta V, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, dengan pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara,   di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (17/1/2018).   

Atas vonis tersebut, terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba, menyatakan banding. Hal senada disampaikan jaksa, Barry, sebagai pengganti jaksa Indri Wirdya.    

Sebelumnya terdakwa dituntut jaksa Indri Wirdia, selama 8 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan. Meski majelis hakim telah meringankan 1 tahun dari tuntutan jaksa, terdakwa tidak menerimanya.

Terungkap dipersidangan, terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, M Syarif dan M Reza Fatwa, pada Selasa, 8 Agustus 2017, pukul 14.00 WIB, di Jalan Cempaka, Nagori Pematang Simalungun.

Saat itu, anggota polisi telah mendapat informasi akan ada seorang laki-laki mengendarai sepeda motor Viar BK 5864 WS membawa sabu.    

Para saksi segera memalangkan sepeda motor di tengah jalan dan ditabrak oleh terdakwa yang berusaha melarikan diri.

M Syarif segera mengejar terdakwa  jarak 20 meter dari lokasi sepeda motor berhasil ditangkap. Setelah digeledah, ternyata ditemukan 2 paket sabu seberat 0,32 gram dari bawah jok sepeda motor terdakwa.  

Setelah diinterogasi, terdakwa mengakui sabu tersebut, merupakan sisa sepaket yang akan diantarkan kepada Dian (DPO).

Karena paket lainnya sudah habis terjual. Terdakwa  sebelumnya membeli setengah gram sabu dari Agung (DPO) seharga Rp 500 ribu. Lalu sabu itu, ia bagi menjadi 8 paket yang siap untuk dijual kepada pemesannya.

Penulis: ay. Editor: gun.