HETANEWS.COM

"Berubah lah Pak, Udah Tua kok Main-main Judi"

Terdakwa Syahfii Pardede (pakai baju tahanan) usai mendengarkan tuntutan. (foto/BT)

Siantar, hetanews.com -  Terdakwa kasus judi togel (toto gelap), Syahfii Pardede, diancam 1 tahun bui, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (16/1/2018), pukul 15.00 WIB. 

Fakta yang terungkap dipersidangan, pria berusia 60 tahun ini, didakwa sebagai penulis togel, dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 303 Ayat (1) ke-2e KUHPidana.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Syahfii Pardede dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara dikurangan seluruhnya dengan masa tahanan yang telah dijalani," ujar Samuel Sinaga, selaku jaksa penuntut.

Ada pun hal-hal memberatkan, kata Samuel, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas tindak pidana perjudian

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, mengakui perbuatanya dan belum pernah dihukum.

Sementara itu, usai pembacaan tuntutan, terdakwa  mengajukan pembelaan secara lisan dihadapan hakim ketua, Fitra Dewi. "Ibu,mohon hukuman saya diringankan,"pintanya.

"Berubah lah Pak, uda tua kok mau maen - maen judi, enak di penjara yah?,"jawab Fitra Dewi didampingi dua hakim anggota, Fhytta dan Nuzuli. Sidang kemudian ditunda sampai minggu depan dengan agenda vonis.

Diketahui, Senin,(18/9/2017) sekira pukul 15.45 WIB, di Warung Kopi milik Wak Bandil, Jalan Teratai Gang Simalungun, pihak kepolisian, Edi Saputra dan Heryanto Napitupulu, mendapat informasi dari masyarakat, bahwa diwarung kopi milik Wak Bandil itu, ada seorang laki - laki yang bernama Syafii Pardede, melakukan perjudian jenis togel.

Selanjutnya Edi Saputra dan Heryanto Napitupulu melakukan penyelidikan ke TKP dan setelah pihak kepolisian sampai di TKP, mereka melihat terdakwa sama dengan ciri - ciri yang diinformasikan.

Kemudian saksi kepolisian melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Dan barang bukti yang ditemukan ketika dilakukan penangkapan terhadap terdakwa, berupa 1 unit handphone merk nokia type X2-01 warna hitam yang berisikan sms pengiriman angka tebakan perjudian jenis togel, uang tunai sebesar Rp.35 ribu terdiri dari 3 lembar uang pecahan kertas Rp.10 rb 2  lembar pecahan uang kertas Rp.2 ribu,1 lembar pecahan uang kertas Rp.1.000.

Bahwa adapun cara terdakwa melakukan perjudian jenis togel tersebut dengan cara terdakwa menerima angka-angka tebakan dari para pembeli Usup, Anto, Koko, marga Panggabean, Bambang, Eko, Erwin (DPO) dan ada yang terdakwa terima melalui handphone milik terdakwa dan para pembeli membeli angka tebakannya dengan harga paling rendah sebesar Rp.1.000,- (seribu rupiah) dengan angka tebakan 2, angka, 3 angka dan 4 angka, dan para pembeli yang menebak dikirimkan ke handphone milik terdakwa melalui SMS dan kemudian SMS tersebut terdakwa teruskan ke nomor handhone milik marga Panggabean. Angka tebakan tersebut terdakwa kirimkan sebelum pukul 17.00 WIB.

Selanjutnya setelah pukul 18.00 WIB, barulah diketahui siapa pemenangnya setelah nomor perjudian togel tersebut keluar dan setelah diketahui kalah atau menangnya dalam perjudian togel tersebut barulah dilakukan perhitungan terhadap bandar terdakwa maupun terhadap pembeli.

Dimana perhitungan tersebut dilakukan dengan pembeli terdakwa dilakukan setiap adanya putaran, sedangkan terhadap bandar terdakwa dilakukan sekali dalam seminggu hari Jumat atau hari Selasa setiap minggunya ditempat yang telah disepakati dan umumnya diwarung kopi milik Wak Bandil.

Penulis: bt. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan