HETANEWS

Meski Dapat Jatah Makan, Tetap Saja Tahanan Lama Disidangkan di PN Simalungun

Sekretaris PN Simalungun, Esron Ginting bersama Panmud Hukum, P Saragih. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Meski Pengadilan Negeri (PN) Simalungun telah memberikan jatah makan siang pada tahanan yang akan disidangkan, namun persidangan rata- rata digelar mulai pukul 14.00 WIB untuk perkara pidana. Tampaknya kebiasaan ini sudah mendarah daging.

Sesuai pantauan hetanews.com, di PN Simalungun, molornya jadwal sidang pada tahun sebelumnya, masih dengan alasan kemanusiaan saat itu, menunggu tahanan dapat jatah makan dari LP, karena di pengadilan tidak memiliki anggaran untuk makan tahanan, sehingga hanya mampu memberikan kue pengganti nasi.

Namun, sejak awal Januari 2018, tahanan (terdakwa) yang hendak menjalani sidang di PN Simalungun sudah mendapat jatah makan siang, tapi persidangan tetap saja digelar di atas pukul 13.00 WIB untuk pidana.

Pasalnya, tim jaksa lama menjemput tahanan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas), padahal pihak Pengadilan sudah siap menyidangkan perkara mulai pukul 09.00 WIB.

Hal itu dibenarkan Sekretaris PN Simalungun, Esron Ginting didampingi Panmud Hukum, P Saragih kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2018). 

Esron menyebutkan, biaya makan siang bagi tahanan senilai Rp 97 juta lebih bersumber dari dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2018.              

Menurut Ginting, ia tidak dapat memperkirakan sampai kapan tahanan mendapatkan jatah makan siang.

"Kami tidak bisa memperkirakan sampai kapan tahanan diberi makan siang, sebab jumlah tahanan yang hendak menjalani sidang tidak menetap terkadang mencapai 50 orang per hari dan terkadang hanya 25 orang," ucapnya.                  

Yang pasti, kata Ginting, pihak pengadilan akan tetap memberi jatah makan siang bagi tahanan yang hendak mengikuti sidang,  hingga dana DIPA tahun 2018 itu masih cukup.                   

"Dengan adanya jatah makan siang bagi tahanan, menurut Ginting, pihak PN Simalungun sangat mengharapkan kepada petugas pengawal tahanan dari Kejari (Kejaksaan Negeri) Simalungun, untuk lebih cepat mengangkut para tahanan dari Lapas Siantar, agar persidangan semakin cepat dan lancar," ucap Ginting.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.