HETANEWS.COM

Radison Haloho Menelepon Polisi Usai Aniaya Adik Ipar Hingga Tewas

Terdakwa digiring petugas keluar dari ruang sidang. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews - Aniaya adik ipar yakni Walgukdin Tambunsaribu hingga tewas, Radison Haloho (55) warga Dusun Soping Nagori Ujung Mariah Kecamatan Pematang Silimakuta, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (16/1/2018).

Agenda persidangan siang itu seyogianya mendengarkan keterangan saksi-saksi. Namun sidang ditunda karena para saksi belum hadir.

Jaksa Herman Ronald Mauritz menjerat terdakwa dengan pasal 340, 338 dan pasal 351 (1) KUH Pidana. Perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Minggu 17 September 2017 pukul 22.30 WIB di samping rumah terdakwa tepatnya di lokasi perladangan jeruk.

Malam itu, terdakwa merasa sakit hati setelah mendengar teriakan korban yang mengucapkan kata-kata kotor yang ditujukan kepada terdakwa dan istrinya yakni Masda br Tambunsaribu.

Lalu terdakwa mengambil sepotong kayu  broti dan memukul bagian dada, kepala bagian belakang dan bagian alat vital korban. Ini menyebabkan korban Walgukdin Tambunsaribu tewas di lokasi kejadian.            

Terdakwa kemudian menelpon polisi agar dirinya ditangkap sehubungan atas perbuatannya yang telah membunuh adik iparnya tersebut.

Hasil visum et revertum yang dibuat dan ditandatangani Reinhard JD Hutahaean selaku dokter RSUD Djasamen Saragih, Siantar tertanggal 27 September 2017 menyimpulkan kematian korban tahun akibat pendarahan pada otak, tulang tengkorak retak yang disebabkan kekerasan tumpul pada bagian kepala korban.   

Terdakwa didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba tidak mengajukan eksepsi (keberatan)  atas dakwaan jaksa tersebut. Untuk memberi kesempatan, JPU menghadirkan saksi-saksi, majelis hakim pimpinan A Hadi Nasution dibantu Panitera Hisar Simarmata menunda persidangan hingga Senin mendatang.

 

Penulis: ay. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!