HETANEWS.COM

Didatangi Wartawan, Wakil Bupati Asahan Janji Tindak Oknum Satpol PP Arogan

Wakil Bupati Asahan, Surya menyatakan akan menindak lanjuti terkait oknum Satpol PP yang arogan kepada wartawan saat melakukan peliputan berita. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Puluhan wartawan gelar aksi damai meminta agar dugaan kearogansian salah satu oknum Satpol PP, bernama Nasaruddin, juga pimpinannya, Kasatpol PP, Isah Harap dicopot dari jabatannya. 

Aksi yang digelar di halaman Kantor Bupati Asahan, Senin (15/1/2018) itu sempat tampak tegang. Di mana para awak media mulai dari media online, cetak dan TV, meminta Bupati atau yang Wakil Bupati menjawab pertanyaan para wartawan, karena sebelumnya hanya dihadiri Kasatpol PP, Isah dan Sekda Asahan Taufik. Sementara para wak media meminta dijawab langsung oleh Wakil Bupati. 

Setelah melalui proses negoisasi, akhirnya orang nomor 2 di Pemkab Asahan itu muncul dan menjawab akan menindak lanjut terkait aksi arogansi petugas Satpol PP terhadap salah satu wartawan online, bernama Suilawadi saat melakukan peliputan penertipan pedagang pasar, di Jalan Listrik Kisaran, pada 12 Januari 2018  lalu. Di mana diduga merusak surat tugas sang wartawan saat itu. 

"Saya akan menindak lanjuti permintaan para wartawan di Kabupaten Asahan terkait oknum petugas kami di Satpol PP itu," ujar Surya.

Para awak media meletakkan kartu pers, menunjukkan protes terhadap oknum Satpol PP
yang bertindak arogan. (foto/heru) 
 

Pernyataan Wakil Bupati itu, disambut baik para wartawan. Fengan berjanji akan melakukan aksi kembali pada hari Senin depan, bila tidak ada tindakan yang diambilWakil Bupati Asahan terhadap salah satu oknum Satpol PP dan Kasatpol PP Asahan yang tidak memahami apa tugas wartawan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Asahan, Indra Sikumbang mengatakan, kejadian yang dilakukan petugas Satpol PP Asahan diketahui sudah 2 kali yang membuat awak media tersakiti. 

"Kita ketahui kejadian seperti ini yang kedua kalinya. Pertama saat peliputan pemberangkatan jemah haji tahun 2016 yang melarang wartawan meliput di dalam lokasi. Ini kedua kali salah satu oknum Satpol PP merusak surat tugas wartawan. Itu semua tidak terlepas dari sang pimpinan. Sehingga pemimpin di instansi itu perlu dievaluasi kembali, karena tidak mampu mendidik anggotanya secara profesional dalam menjalankan tugas sebagai penegak perda di Pemerintahan Asahan," ujar Indra. 

Sementara itu, Ketua Asiosiasi Pers Clup (APC) Asahan, Ahmat Qushairi mengatakan, kejadian ini segera ditindak lanjuti karena selaku Kasatpol PP, Isah Harahap, tidak mampu memimpin di dinasnya.

"Ini dibuktikan dirinya tidak paham menyampaikan apa tugas seorang wartawan kepada anggotanya hingga bertindak arogan," ujar Qushairi. 

Terpisah,  pelapor, Susilawadi kepada hetanews.com mengakui telah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada pihak Polres Asahan. 

Para awak media yang menyuarakan haknya dalam menjalankan tugasnya melakukan peliputan berita yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999. (foto/heru) 
 

"Saya sudah membuat laporan pada hari itu ke Polres Asahan. Besar harapan agar pihak Kepolisian secepatnya menanggapi kejadian yang menimpa pada diri saya saat menjalankan tugas jurnalis. Di mana oknum Satpol PP yang mengakui sebagai penyidik PPNS itu merusak surat  tugas,"'ujarnya 

Diketahui, wartawan dalam menjalankan tugas tugas jurnalistik dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan sesuai dengan Pasal 4, lalu bagi yang menghalang-halangi tugas wartawan dikenakan Pasal 18 . 

Setelah melakukan aksi solidaritas di Kantor Bupati Asahan, para wartawan kembali berlanjut menyuarakan hak-haknya dengan pengawalan dari Polres Asahan menuju Tugu Kota Kisaran. Selanjutnya membubarkan diri dengan tertib. 

Penulis: heru. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!