Fri 20 Jul 2018

Menyaru Pembeli, Terduga Pengedar Sabu Diringkus dari Jalan Ragi Hidup

Pelaku diamankan di Kantor Sat Narkoba Polres Simalungun.

Simalungun, hetanews.com - Menyaru sebagai pembeli (under cover buy), jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun kembali meringkus seorang terduga pengedar narkotika jenis sabu dari Jalan Ragi Hidup, Kecamatan Siantar.

Pelakunya Ivan Fernando Simanjuntak alias Ivan alias Ipeng (21), warga Jalan Rambing-rambing No 29 Kecamatan Siantar.

Kasat Narkoba, AKP Marnaek Ritonga menuturkan, sebelumnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Simpang Jalan Ragi Hidup sering kali dijadikan tempat penyalahgunaan dan transaksi sabu.

Menanggapi informasi itu, petugas menyelidiki ke lokasi melakukan penyamaran dengan cara melakukan pembelian secara terselubung melalui nomor handphone (HP) pelaku yang ditargetkan sudah diketahui, Rabu (10/1/2018) malam.

"Saat itu petugas memesan sabu seharga Rp. 150 ribu. Tanpa ada rasa curiga, pelaku menerima pesanan dan mengajak bertemu di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," sebut Marnaek, Jumat (12/1/2018).

Tanpa menunggu lama, petugas yang menyamar langsung ke lokasi yang diarahkan pelaku. Dan tak berapa lama, pelaku datang dan menghampiri petugas.

Barang bukti yang diamankan petugas.

Melihat target sudah di depan mata, pelaku langsung diamankan.

"Saat diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan membuang sesuatu ke tanah menggunakan tangan kanannya dari kantong celana sebelah kanan," papar Marnaek.

Setelah dicek, ternyata barang yang dibuang itu 6 bungkus plastik klip kecil diduga berisi sabu terdiri dari 3 bungkus plastik klip kecil dijual seharga Rp 150 ribu dan 3 bungkus plastik klip seharga Rp 100 ribu.

Petugas juga mengamankan uang senilai Rp 150 ribu diduga hasil penjualan sabu dan 1 unit handphone (HP) merk Nokia warna hitam.

Saat diinterogasi, Ivan mengakui, sabu diperolehnya dari seorang laki-laki bernama Andi yang tinggal tidak jauh dari lokasi penangkapan. Namun setelah dilakukan pengejaran terhadap Andi, sudah tidak berada di rumahnya dan diduga melarikan diri.

Bersama barang bukti, Ivan diboyong ke komando untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Penulis: Zai. Editor: Aan.