Pilgubsu, Warga : Tidak ada Istilah Head To Head, Masih ada JR Saragih

Simalungun, hetanews.com - Gencarnya pemberitaan di berbagai media cetak maupun elektronik, yang menyebut kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) hanya diikuti 2 poros koalisi partai, menimbulkan tanggapan beragam dari warga di beberapa wilayah di Kabupaten Simalungun.

Warga menyebut, istilah head to head antara Bakal Calon (Balon) Gubernur Edy Ramayadi dan Djarot Syarif Hidayat, hanyalah sebuah "setingan" oknum tertentu, untuk mengalihkan perhatian masyarakat soal isu putra daerah.

Meskipun penetapan pencalonan belum resmi dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, namun gencarnya pemberitaan seolah telah memasuki tahapan kampanye Pilkada. 

Seperti dikatakan Imron Wiyandi, yang menilai terlalu dini bila Pilgubsu disimpulkan hanya akan di perebutkan oleh 2 pasang calon saja, mengingat masih ada Balon Gubsu yang sangat berpotensi menang di Pilgubsu Juni mendatang.

"Tidak ada itu head to head, kenapa terlalu cepat sekali menyimpulkan demikian. Sedangkan penetapan belum ada. Masih ada unggulan kita dari Simalungun," ujarnya kepada hetanews.com, kemarin.

Terpisah, Dedi Mulyadi selaku warga Kecamatan Sidamanik mengatakan, sepatutnya para pengamat politik tidak menyimpulkan sepihak, sebelum adanya pengumuman resmi dari lembaga yang berwenang.

"Enggak pantas kayaknya kalau langsung dibilang head to head, sedangkan pengumuman pun belum ada dari KPUD Sunut," katanya.

Ia menambahkan, masih ada kemungkinan besar Balon Gubsu andalan warga Kabupaten Simalungun, JR Saragih, bakal memberi kejutan-kejutan baru di kontestasi Pilgubsu.

"JR Saragih masih ada untuk kita, enggak ada istilah head to head, putra daerah bisa beri kejutan untuk Sumut di bulan Juni nanti," tandas pria yang mengenakan kaus Semangat Baru Sumut ini.

 

Penulis: tim. Editor: Aan.
Komentar 1