Tue 23 Oct 2018

Proyek Lapangan Bola Kaki Negeri Lama Dikerjakan ‘Asal Jadi’

Proyek APBD 2017 penimbunan lapangan bola kaki Negeri Lama yang dikerjakan asal jadi. (foto/sofyan ritonga)

Labuhanbatu, hetanews.com - Proyek Lapangan Bola Kaki di Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, yaitu peningkatan penimbunan dengan mendatangkan tanah kuning yang anggarannya bersumber dari dana APBD Labuhanbatu tahun 2017, dikerjakan ‘asal jadi’ dan tanpa ada pengawasan dari pihak terkait.

Lapangan Bola Negeri Lama itu sebagai tempat berkumpul para anak muda dan juga sebagai tempat kegiatan masyarakat Kecamatan Bilah Hilir tersebut, saat ini ditimbun dengan menggunakan tanah kuning bagaikan  sawah. 

Tidak ada penyelesaiannya, apakah dana APBD 2017 itu yang merupakan uang rakyat disia-siakan ? Penuturan spontan ini disampaikan tokoh masyarakat Bilah Hilir, Osnel Manik ketika ditemui disalah satu warung kopi, di Negeri Lama, Jumat (12/1/2018). 

Menurutnya, pengawas dari dinas terkait sebagai badan yang berwenang untuk memberikan arahan yang sebenarnya, jika suatu pekerjaan tidak sesuai bestek dapat diberikan sanksi. 

Pantauan hetanews.com, bahwa Lapangan Bola Kaki Negeri Lama Bilah Hilir tampak masih ditutupi tanah kuning yang pengerjaannya asal jadi. Paling sangat disayangkan, bahwa tanah timbunan itu tidak terlihat merata diseluruh lapangan dan ketebalan serta tingginya. Yang hanya terlihat pekerjanya, sedangkan pengawasnya tidak terlihat di lokasi proyek.

Tanah kuning masih berserakan ditengah lapangan. (Foto/Sofyan Ritonga)

Bagaimana tidak merata tanah kuningnya, dikerjakan secara manual yaitu manusia menggunakan cangkol dan dibantu angkong alat sorong, apalagi saat ini musim hujan. Bagai buburlah lapangan itu tinggal tanam padi. Tahun 2017 sudah selesai, apakah proyek ini masih dilanjutkan pengerjaannya oleh pihak kontraktor ? 

Warga Negeri Lama, Yusuf, meminta pihak Pemkab Labuhanbatu lebih menyikapi dan berani membela yang benar. "Jangan pula berpihak kepada kontraktor, mau dikemanakan hak orang banyak," katanya. 

Menurutnya, kondisi musim hujan, ditimbun  tanah kuning menjadi 'bubur', maka menunggu kemarau panjang, lapangan bola kaki Negeri Lama baru dapat difungsikan.

Di lain sisi, lapangan boa itu tidak ada saluran pembuangan airnya. Sehingga baik di bagian tengah atau sisi dekat rumah warga, sudah lembek tanahnya. Akibatnya, lapangan bola kalau musim hujan masyarakat tidak sepenuhnya menggunakannya.

"Kita minta pemerintah lebih permanenkan lapangan bola kaki Negeri Lama ini menjadi lapangan yang sebenar-benarnya," akhir Yusuf.

Penulis: sofyan. Editor: gun.