Tue 23 Oct 2018

Di Pilgubsu 2018, Wali Kota Tebingtinggi Minta Para Ulama Netral

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dalam kegiatan safari subuh, di Mesjid Al-Hasanah Kompleks Mapolres Tebingtinggi, Jumat (12/1/2018).(foto/ver)

Tebingtinggi, hetanews.com - Jelang pesta rakyat, Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan dan akan diikuti 3 pasangan bakal calon (balon) yang sudah mendaftar di KPU Sumut, para ulama diminta netral.

Sebab, ketiga pasangan itu dinyatakan sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. 

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dalam kegiatan safari subuh, di Mesjid Al-Hasanah Kompleks Mapolres Tebingtinggi, Jumat (12/1/2018), bersama Kapolres, AKBP Sunadi dan para ustad dan ulama Tebingtinggi, berharap kepada para ustad dan ulama di kota itu ikut mendukung suksesnya Pilkada tersebut. Dengan senantiasa dalam ceramah atau kutbah, di mesjid-mesjid atau kelompok pengajian agar tetap berlaku netral. 

Disampaikannya, warga Tebingtinggi merupakan bagian dari warga Sumatera Utara yang ikut ambil bagian dalam Pilgubsu. Tentunya pemerintah dan warga harus ikut mensukseskan penyelenggaraannya dengan tetap menjaga kondusifitas Kota Tebingtinggi. 

"Saya berharap, peranan ustad dan ulama Tebingringgi mensosialisasikannya kepada masyarakat, dan tidak menimbulkan kegaduhan dalam ceramah -ceramahnya, agar suksesnya jalan Pilgubsu tersebut dan menghasilkan pemimpin Sumatera Utara yang terbaik," paparnya. 

Dikatakan Wali Kota, masyarakat Tebingtinggi umumnya sangat berbahagia, dan keluarga Mapolres Tebingtinggi atas kehadiran Kapolres AKBP Sunadi yang dipilih Kapolri ke Tebingtinggi. 

"Sebab, Kapolres Tebingtinggi ini orang yang sangat religius dan alim serta taat menjalankan ibadah. Ini akan membawa kesejukan bagi masyarakat Tebingtinggi, dan menjadi keharusan bagi kita untuk mendukung program kerja Kapolres,"'ujarnya. 

Sementara itu, Kapolres AKBP Sunadi menyampaikan, bahwa setiap pemimpin itu tidak saja dimintai pertanggungjawaban di dunia, tetapi juga oleh Allah SWT. Untuk itu, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, karena pada hakikatnya setiap manusia itu adalah pemimpin, katanya. 

"Setiap manusia itu tentu punya kesalahan, baik terhadap sesama insan manusia maupun kepada Allah SWT. Karena kita harus minta ampun kepada Allah SWT, terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi," ucapnya. 

Safari subuh diisi tausyiah oleh Ustad Achyar Nasution, menyampaikan salah satu tanda-tanda kiamat adalah banyaknya orang miskin yang membangun istana megah.

"Untuk itu, agar senantiasa memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan. Dan orang-orang senantiasa melaksanakan sunnah nabi akan mendapatkan pahala tidak saja didunia tetapi sampai kelak di akhirat," katanya.

Penulis: ver. Editor: gun.