Mon 23 Jul 2018

Jadi Calo Ijin Pendirian PKS, Dadang Pramono Dinilai Kangkangi Peraturan DPRD Simalungun

Limson Sidabutar alias Askel (kiri) dan Dadang Pramono

Simalungun, hetanews.com - Anggota DPRD Simalungun dari Fraksi Demokrat, Dadang Pramono terindikasi mengkangkangi Peraturan DPRD Simalungun Nomor 25 Tahun 2015.

Pasalnya, termaktub dalam BAB XI pasal 94 ayat (3) tentang larangan, anggota DPRD dilarang melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menerima gratifikasi.

Akan tetapi fakta di lapangan, anggota DPRD ini dituding menjadi calo pengurusan ijin pendirian Pabrik Kelapa Sawit (PKS), di Huta IV Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan.

Bahkan, dia diduga menerima imbalan rupiah dengan jumlah yang cukup menggiurkan dari oknum pengusaha PKS serta berkolusi guna memuluskan persoalan.

Dadang Pramono, selaku anggota DPRD Kabupaten Simalungun dinilai berkelit, sebab diakuinya tidak terlibat dalam persoalan tersebut.

"Tentu yang mengurus ijin adalah perusahaan yang bersangkutan dengan tetap mengacu peraturan dan ketentuan yang ada," tulisnya, Jumat (12/1/2018).

Melalui pesan singkat, dia menuturkan, selama syarat dan dokumen pendukung dilengkapi, tentu pemerintah akan memberikan ijin yang dimohonkan pemohon.

Baca Juga : Rencana Pembangunan PKS Terbengkalai, Nama Dadang Pramono Ada Disebut-sebut

Berikut percakapan, Limson alias Askel Sidabitar (53), warga Huta IV, Nagori Buntu Bayu, sebagai bukti, bahwa Dadang terlibat dalam persoalan di atas.

"Abang pun terus janji juga sama saya. Kapan kira-kira bang bisa ketemuan," ucap Askel mengawali desakannya kepada Dadang, kemarin dari telepon seluler.

"Aku sudah bilang sama Purba, diduga Ruslan Purba, mantan anggota DPRD Kabupaten Simalungun. Kalian harus jumpa sama Askel," sahut Dadang.

"Ia bang. Bahkan kuteleponpun kayaknya jadi datang pula oknum berseragam loren hijau. Kayaknya sudah mengapa kali pembicaraannya," sambung Askel.

Saya masih mengingat omongan kita awal bang. Ada dari Purba. Ada dari abang (Dadang Pramono anggota DPRD Simalungun, red), imbuh Askel.

Kan gininya bang. Hallo bang, selak Dadang. Aku kan hanya mengingatkan sama Ruslan Purba. Kemarin. Bagaimana pembicaraan kemarin. Ingatkan?

Ia kan, lanjut Dadang. Sekarang kan yang ngusulkan si Ruslan Purba bang. Makanya kuingatkan. Pak Ruslan Purba lah jumpai abang.

"Jadi belum ada masalah uang dan mau nego nego sama kau. Itu dibilang (Ruslan Purba). Padahal, sudah cukup sabar kalinya aku bang," terang Askel.

Dadang : Kalau aku mau abang jumpai, kan jelas masih banyak kerjaanku masalah partai. Banyangkan bang, Siantar-Medan. Siantar -Medan.

Askel : Kira kira bisanya ada pertemuan kita ini bang. Aku minta petunjuklah sama abang. Kan sebelumnya sudah ada kesepakatan kita.

Dadang : Kalau aku ke sana, namanya kawan kita. Aku jumpai. Urusan tapi tu kan sama Ruslan Purba. "Sudah ngomong kan," tanya Dadang.

Penulis: Zai. Editor: gun.