Simalungun, hetanews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun di bawah komando Kasat Narkoba, AKP Marnaek Ritonga kembali ringkus 3 kawanan terduga pengedar narkotika jenis sabu.

Ketiga pelaku yang diamankan yakni, Dody Kurniawan (23), Tika Handayani (21), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Ali Akbar (18).

Ketiganya diamankan di Jalan Melati Lorong 7 Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Senin (8/1/2018).

AKP Marnaek Ritonga menjelaskan, ketiga pelaku berhasil diamankan berawal dari informasi masyarakat bahwa di Jalan Melati Lorong 7 Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok sering kali terjadi transaksi sabu.

"Unit Lidik Sat Resnarkoba segera meluncur ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Setibanya di rumah Tika, ditemukan 4 orang laki-laki dewasa, 2 diantaranya memiliki ciri-ciri serupa dengan informasi yang diterima," sebut Marnaek, Jumat (12/1/2018).

Setelah mengamankan keduanya (Dody dan Akbar), ditemukan uang senilai Rp 560.000 yang dikeluarkannya dari kantong Dody.

Menurutnya, uang tersebut baru diterima dari Akbar diduga hasil penjualan sabu. Sedangkan kedua laki-laki lainnya (Eno dan Pijai) diamankan untuk menjadi saksi.

Petugas pun melakukan penggeledah  rumah Tika bersama dengan Kepala Lingkungan (Kepling). Tika pun ditemukan di dalam kamar tidurnya.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan 1 buat dompet warna hitam putih merk One Med di dalam pot bunga samping rumah Tika berisi 3 buah mancis, 2 buah jarum, 1 bungkus plastik klip besar, 1 bungkus plastik klip sedang, 8 buah pipet. Kemudian ditemukan 1 buah bong di samping TV.

Sementara dari dalam kamar Tika ditemukan 1 buah dompet warna biru berisikan 1 buah kaca pirex, 1 buah plastik klip besar, 4 buah buku hutang narkoba.

Selain itu ditemukan juga dompet bewarna coklat yang di dalamnya berisi uang senilai Rp 2.503.000 diduga hasil penjualan sabu dan 1 bungkus plastik klip keci sabu dari atas pintu kamar tidurnya.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dan barang buktinya diamankan ke Kantor Sat Narkoba guna proses penyidikan lebih lanjut," sebut Marnaek.