Wed 24 Oct 2018

Oknum Polri Bandar Sabu dan Abangnya Dituntut 9 Tahun Kalender

Terdakwa Syamsul (ditengah) dan abangnya saat disidang PN Simalungun. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Tim Jaksa David L Sipayung dan Christianto menuntut oknum Polri Syamsul Bahri (37) dan abangnya Syarifuddin (44) dengan pidana penjara masing-masing 9 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan di sidang Pengadilan Negeri(PN)Simalungun, Kamis (11/1/2018).

Keduanya warga beralamat ganda di Jalan Jorlang Hataran, Kota Siantar dan di Jalan Pasar Baru Simpang Komplek Nagori Syahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Simalungun, terbukti sebagai bandar narkotika dan dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) jo 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan barang bukti sabu dan pil ekstasi.     

MenurutJaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tuntutannya, Syamsul Bahri ditangkap di rumah kompleks Graha Harmoni Jalan Ulakma Sinaga pada Minggu, 10 September 2017 pukul 18.30 WIB. Saksi polisi Rio Siahaan, Syarif Noor Sholin, M Situmeang melakukan penggeledahan berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengatakan jika terdakwa sering mengedarkan narkotika.  

Dengan membawa surat perintah, petugas masuk ke dalam rumah yang dibuka oleh istri terdakwa M br Purba. Awalnya istri terdakwa berbohong dengan mengatakan suaminya tidak berada di rumah. Setelah digeledah, akhirnya Syamsul keluar dari salah satu kamar rumahnya.    

Lalu Syarifuddin datang setelah mendapat telepon dari M br Purba. Keadaan rumah yang sudah kacau, karena terdakwa Syarifuddin memecahkan pot bunga yang ada di atas meja tamu. Lalu keduanya diamankan ke kelres Simalungun.

Penggeledahan dilanjutkan disaksikan Gamot dan juga istri terdakwa. Dari kamar tempat terdakwa sembunyi, polisi menyita sebuah tas coklat berisi NPWP, Sim C ATM BNI dan ATM Mandiri atas nama Syamsul Bahri dan 1 blok notes catatan sejumlah uang, kaca pirex, 2 palstik klip didalamnya sisa sabu, 1 pil ekstasi warna merah muda. Juga satu plastik klip besar narkotika jenis sabu, 1 kalkulator, kompeng karet, kaca pirex bekas di bakar dan pipet berisi sisa sabu.

Terdakwa didampingi 3 pengacara akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) tertulis.

Untuk itu, majelis hakim pimpinan Lisfer berutu  menunda persidangan hingga sepekan. Persidangan dibantu panitera Jonathan Sinaga.

Penulis: ay. Editor: aan.