HETANEWS.COM

FPI Menggugat, Tiwi katakan Proses Tetap Berjalan, Denni Siahaan tidak Kelihatan

Ilustrasi.

Siantar, hetanews.com- Front Pembela Islam (FPI) akan menggugat kasus percobaan pemerkosaan, yang melibatkan dua anggota DPRD Siantar Denni Torang Siahaan dan Yesika Pratiwi Sidabalok (Tiwi), yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dan telah masuk ke ranah hukum.

Ketua FPI Siantar Faidil Siregar mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada DPRD untuk membicarakan tindaklanjut kasus tersebut. Karena, seperti diketahui, sampai saat ini kasus tersebut seperti lenyap ditelan bumi. Baik aparat penegak hukum maupun pihak DPRD sendiri belum memberikan sanksi apapun terhadap keduanya.

"Dua-duanya itu melanggar kode etik. Kalau sudah begitu harus dikeluarkan. Itu kan tidak bermoral. Itu sangat fatal kesalahan mereka. Mereka sudah tidak bermoral, jadi tidak layak lagi," kata Faidil, Kamis (08/01), melalui sambungan ponsel.

Menurutnya, keduanya sama-sama telah melanggar kode etik anggota dewan dengan berduaan di hotel tanpa status ikatan perkawinan. "Mereka berdua-dua di hotel hampir 3 jam. Kan, berarti sama-sama mau," kata Faidil.

Sementara itu, Jesica Pratiwi Sidabalok atau lebih dikenal dengan Tiwi ketika ditanya wartawan di ruang komisi 1 DPRD Siantar, Kamis (08/01), mengaku sudah mengetahui surat tersebut, dia tidak memberikan tanggapan soal surat FPI itu. "Udah tahu kok. Aku udah tahu, kita lihat senin ajalah yah," kata Tiwi dengan senyum khasnya.

Ketika ditanya mengapa persoalan tersebut belum ada kelanjutan proses hukumnya? Tiwi mengatakan jika yang membuat lama proses tersebut adalah surat kepada Gubernur untuk memeriksa Deni. " Yang buat lama itukan surat dari gubernur belum turun," kata Tiwi.

Kemudian wartawan menanyakan apakah nantinya ketika dilakukan audience dengan FPI, proses perdamaian Tiwi dan Denni akan terbuka, dengan tegas Tiwi mengatakan proses akan tetap berlanjut. " Engga, engga peroses masih tetap lanjut," ucapnya.

Tiwi tidak mengeluhkan proses yang lama dari pihak ke polisian, sebab Tiwi mengetahui jika anggota DPRD memiliki Imunitas untuk diperiksa oleh DPRD. "Sebenarnya sih engga masalah, soalnya surat itu yang membuat lama, taulah DPRD punya Imunitas," kata Tiwi masih dengan tersenyum.

Sedangkan Deni Siahaan pantuan wartawan selama awal tahun 2015 di DPRD tidak terlihat di lokasi kantor DPRD.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan