Fri 20 Jul 2018

Terkuak, Ada Korban Lain Oknum Supervisor RSVI

LIS dan seorang teman prianya, di Ruangan Posbakum PN Simalungun, Kamis (11/1/2017). (foto/hug)

Simalungun, hetanews.com - Terungkap, ada korban lain yang dilakukan oleh HT (40), oknum Supervisor RS Vita Insani (RSVI) yang melakukan pelecehan seksual kepada salah seorang perawat, berinisial LIS (30).

Hal itu diketahui saat korban LIS (30) datang ke Ruang Posbakum Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/1/2018).

Sore sekira pukul 16.30 WIB, LIS (30), ditemani seorang pria datang ke ruang Posbakum PN Simalungun. Di sana, perawat yang bertugas di RSVI ini berembuk dengan beberapa pengacara untuk menyelesaikan persoalan yang menimpanya. 

"LBH Perjuangan Keadilan sudah diberikan kuasa oleh si korban,"ujar Harfin Gunawan Siagian, salah satu Kuasa Hukum LIS dari Lembaga Bantuan Hukum Perjuangan Keadilan (LBH-PK). 

Baca Juga : Ini Cerita Supervisor Paksa Oral Seks Karyawati RSVI

Usai penyerahan kuasa, wajah LIS (30) tampak tenang. Dia pun meninggalkan ruangan sekitar Pukul 15.45 WIB, ditemani salah seorang pria yang mengenakan kacamata. Informasi yang dihimpun, LIS datang dari tempat kediamannya, di Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Reni Sitohang, Kuasa Hukum LIS dari LBH PK menambahkan, berdasarkan keterangan korban, terlapor HT (40) yang merupakan atasan LIS (30) yang menjabat sebagai Supervisor RSVI. Terlapor HT (40) telah memaksa korbannya untuk melakukan perbuatan cabul secara paksa selama enam kali di RSVI. 

"6 kali dipaksa melakukan itu, dengan ancaman. Lokasi kejadian di ruangan rumah sakit itu juga. Ruangan itu dikunci jadi korban merasa takut. Apalagi, si terlapor itukan, atasannya. Parahnya, pas orang tua si korban dirawat di rumah sakit itu, si terlapor juga memaksa si korban untuk melakukan itu,"ungkapnya.

Berdasarkan keterangan LIS yang dihimpun oleh LBH PK, terlapor HT (40) pernah beberapa kali ketahuan melakukan pelecehan kepada beberapa perawat di RSVI.

Dan korban LIS (30), bukan orang yang pertama menerima perlakuan bejat tersebut. Namun, ada nama perawat lain yang pernah menjadi pemuas birahi HT (40). Akan tetapi persoalan itu tidak sempat muncul kepermukaan tetapi diselesaikan secara berdamai.

"Menurut korban, ada korban lain yang menjadi pelampiasan nafsu seksual HT. Bukan dia (LIS) korban pertama, tapi ada lagi. Dan itu yang sedang kita cari tau dulu informasinya. Selain melakukan perbuatan itu, HT juga sering memperlakukan karyawan wanita dengan tidak baik. Seperti meraba - raba tubuh mereka. Itu cerita yang disampaikan korban, “jelas Reni.

LBH PK bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa dalam hal ini LIS (30) untuk menjadi penasihat hukum serta mendampingi pemberi kuasa hukum untuk menindaklanjuti laporan Polisi STPL/05/1/2018/SU/STR tertanggal (6/1/2017), sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana perbuatan cabul sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 289 KUHP yang dilakukan oleh HT (40).

Penulis: Hugs. Editor: gun.
Komentar 1
  • Johan Sandres
    Seharusnya humas rs. Vitamin insani lebih serius dan tegas menanggapi permasalahan ini. Jangan ada kalimat kalau siterduga pelecehan dibekingi pihak rs vitamin insani.