Siantar, hetanews.com - Salah satu hal yang paling dikhawatirkan dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) adalah kampanye hitam atau isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan hal ini bisa membuat kekacauan di masyarakat. 

Terkait hal tersebut, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Siantar, Muhammad Rizwan Nasution menyebutkan, menduga isu tersebut sepertinya akan didengungkan kembali dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), seperti Pilgub DKI kemarin.

"Saya lihat arahnya memang kayaknya bakalan menuju ke sana," katanya ketika dikonfirmasi hetanews.com, Kamis (11/1/2018).

Untuk menghindari hal tersebut, Rizwan menghimbau agar seluruh calon, termasuk partai politik dan pendukung calon agar mengkampanyekan program, bukan memainkan isu SARA.

"Mari saatnya kita jualan program. Mari kita cerdaskan masyarakat dengan berpolitik santun, karena Sumut ini, merupakan provinsi yang toleransinya masih sangat terjaga," paparnya.

Dia menyebutkan, isu SARA memiliki dampak yang sangat luas, sehingga mampu mengacaukan keamanan, kenyamanan dan ketentraman masyarakat, khususnya Sumut.

"Lihat sekarang DKI, pilkadanya sudah selesai tapi sampai sekarang masyarakat masih berkubu-kubu, itulah panjangnya dampak dari isu SARA atau politik pecah belah. Jadi mari kita sama -sama ciptakan kenyamanan dan kerukunan antara sesama masyarakat," himbaunya. 

Di akhir pembicaraan, dia menyebutkan, setiap masyarakat boleh mendukung siapapun tetapi harus dengan cara yang santun.

"Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan saling menjelekkan. Silahkan promosikan calon yang anda dukung tetapi jangan menjelekkan calon lain," ucapnya. 

Kepada bakal calon, dia mengharapkan agar adanya kesepakatan diantara bakal calon dalam program.

"Program calon A seperti ini, program calon b seperti ini, nah jika dari program itu ada yang baik kenapa tidak kita memasukkan program mereka ketika kita menang. Untuk itu, mari kita jualan program," serunya.