Dituntut 8 Tahun, Hakim malah Vonis Terdakwa 2 Tahun

JPU Pahala Eric Sylvandro, bersama terdakwa sebelum sidang. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution, tak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pahala Eric Sylvandro yang telah menuntut Abdul Arif (27), warga Karang Anom, Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panombean Panei dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan. Oleh karena itu, hakim menghukum terdakwa dengan 2 tahun penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (11/1/2018).  

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) jo pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atas kepemilikan sepaket sabu. Namun hakim berpendapat, terdakwa sebagai pengguna dan dipersalahkan melanggar pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 .

Terungkap dalam persidangan, terdakwa ditangkap petugas pada Kamis, 18 Mei 2017, pukul 14.00 WIB, di jalan umum Saribu Dolok, tepatnya di depan kantor MDR Huta Gurgur, Nagori Simpang Pane. Saat ditangkap, terdakwa membuang bungkusan yang ternyata berisi sepaket sabu.   

Terdakwa  mengakui, sepaket sabu seberat 0.18 gram tersebut baru saja dibeli secara patungan, bersama Sawal Azhari (dituntut terpisah) seharga Rp 100 ribu untuk dipakai dari seseorang, di jalan Melanthon Siregar Siantar.

Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, menyatakan menerima vonis tersehut, sedangian jaksa memilih banding.

Penulis: ay. Editor: gun.
Komentar 1