HETANEWS

Usaha Ditutup, Toke Mie di Siantar Disandera Pekerja

Pekerja pabrik miehun yang menyandera pengusahanya. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com - Toke atau pengusaha miehun di Jalan Sibayak, Gang Bayam, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar disandera oleh para pekerjanya, Selasa (9/1/2017) siang.

Toke yang mengenakan kaos warna putih yang diketahui bernama Aleng ini, tidak diberi pergerakan oleh 47 orang pekerja yang telah dirumahkannya. 47 orang yang terdiri dari wanita dan pria dewasa ini, menuntut janji tokenya tersebut.

Beberapa pekerja ini mengatakan, bahwa pada tanggal 23 Desember 2017 lalu, pengusaha tersebut merumahkan mereka karena usahanya akan ditutup dan gulung tikar.

Sehingga, ke 47 orang ini menuntut agar gaji (upah) mereka yang 2 minggu belum dibayarkan, agar segera dibayarkan ditambah pesangon atas tidak bekerjanya mereka lagi. Karena, sebagian besar dari mereka ada yang bekerja sudah puluhan tahun.

"Kalau kami dibayar Rp 40 ribu per hari. Dibayarkan setiap minggu. Sudah lama kami kerja disini. Ada yang dari tahun 1980 an. Sudah puluhan tahun lah. Ini pabrik miehun. Kerja biasanya mulai jam 11 siang sampai jam 3 sore," sebut mereka.

Para pekerja saat berkumpul. (foto: Ndo)

Gaji sebesar Rp 40 ribu ini sudah didapati mereka sekitar 7-8 tahun belakangan ini tanpa ada kenaikan gaji. Sebetulnya, mereka tau gaji itu tidak layak. Namun, karena ada hubungan baik antara pengusaha dan pekerja, mereka tetap mau bekerja.

Dan, atas tuntutan pekerjanya itu, pengusaha meminta waktu selama 2 Minggu per 23 Desember kemarin untuk membayarkan gaji beserta pesangonnya. Dan, pengusaha pernah berniat membayarkan sebesar Rp 3,6 juta, tetapi ditolak oleh pekerja yang telah dirumahkan ini.

Pekerja meminta agar pesangon mereka dibayarkan sebesar Rp 20 huta. Namun, itu bukan permintaan yang mutlak. Besaran pesangon itu masih bisa didiskusikan antara pekerja dan pengusaha yang mana asal kedua pihak sama-sama setuju.

Tetapi, usaha mereka masih belum membuahkan hasil. Akhirnya, pekerja menyandera alias tidak memberi pergerakan kepada pengusaha dengan menjaganya, tidak memperbolehkan pengusaha itu pergi dari pabrik yang dijaga oleh mereka (pekerja).

Penulis: ndo. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.