HETANEWS

Tolak Pembangunan PKS, Gerammb Demo Kantor Bupati Labuhanbatu

Massa saat memperlihatkan salah satu spanduk yang berisi protes pembangunan PKS. (foto/BS)

Labuhanbatu, hetanews.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Masyarakat Bersatu (Gerammb), berunjuk rasa ke Kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja, Rantaprapat, Senin (8/1/2018). 

Aksi ini, merupakan aksi susulan setelah beberapa kali sebelumnya massa juga menggelar aksi serupa, pada 24 Oktober 2017 lalu, di Gedung DPRD Labuhanbatu.

Massa menolak pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) yang sedang dibangun, di kawasan Pulo Padang.

Dalam aksinya, massa yang terdiri dari siswa dan pengajar dari Yayasan Misbahu Dzikri, bersama masyarakat Pulo Padang Rantau Utara itu, membagi kertas selebaran berisikan pernyataan dan 5 tuntutan kepada setiap pengguna jalan yang melintas, di kawasan itu. 

Diantaranya, meminta menghentikan praktek pungli dalam pengurusan izin, mengusut tuntas laporan tentang dugaan pemerasan dan pungli di Dinas Perizinan Labuhanbatu yang telah dilaporkan masyarakat dan lembaga yang mewakili masyarakat, mencabut IMB PKS PT Pulo Padang Sawit Permai (PPSP) dan sahkan IMB yang telah selesai tanpa ada pungutan liar.

Massa juga menggelar sejumlah spanduk bertuliskan, 'Kami masyarakat Pulo Padang Lingkungan Bandar Selamat I menolak pendirian pabrik kelapa sawit oleh PT PPSP karena melanggar Kep Gubsu No188.44/594/KPTS/Tahun 2015 tentang Evaluasi Ranperda Kab Labuhanbatu tentang RTRW Labubanbatu tahun 2015-2035'.

Juga bertuliskan, 'Kapolres Labuhanbatu wajib menutup pembangunan PKS PT Pulo Padang Sawit Permai sebagaimana Kapolres Menutup Galian C'.

Kemudian, 'Kenapa DPRD Labuhanbatu diam? Apa Karena sudah dapat bagian? Kami sedang belajar menghadapi kenyataan lebih baik libur 1 hari daripada sekolah kami tutup'.

Kordinator aksi dan kordinator lapangan, Heriansyah Lubis dan Yani dalam orasinya, menuntut agar dilakukan penutupan PKS PT PPSP itu. "Kami tidak mau menghirup asap pabrikmu,"tegasnya melalui pengeras suara.

Hingga saat ini, aksi masih terus berlanjut. Belum ada pejabat Pemkab Labuhanbatu yang menerima dan menjawab tuntutan para demonstran.

Namun, aparat Satpol PP Pemkab Labuhanbatu serta aparat kepolisian aktif melakukan penjagaan dan mengatur arus lalu lintas.

Penulis: bs. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.