Kondisi Kantor Memprihatinkan, Kades Janji Diduga Asyik Main Gaple

Kondisi Kantor Desa Janji. (foto : Trendy)

Humbahas, hetanews.com - Kondisi Kantor Desa di Desa Janji, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terlihat sangat memprihatinkan.

Kantor yang lebih cocok disebut bangunan terlantar tersebut terlihat 'mengenaskan' dari luar dan dalam ketika tim mencoba mengintip dari jendela kantor yang sedang tutup tersebut.

Ini terbukti ketika awak media hetanews.com menyambangi kantor tersebut pada Sabtu (6/1/2018).

Sementara itu, terlihat postingan papan informasi dana desa tahun anggaran 2017 yang terpampang tidak jauh dari kantor tersebut. Ternyata ada pos anggaran sebesar kurang lebih Rp 24 juta untuk pemeliharaan Kantor Desa.

Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya tanggung jawab dari perangkat desa terutama Kepala Desa (Kades) kepada publik termasuk masyarakat setempat mengenai pengeluaran dan pengelolaan dana tersebut.

Salah satu warga Desa Janji yang tidak ingin disebut identitasnya mengatakan, sangat prihatin terhadap pembangunan di Desa tersebut. Pasalnya, banyak hal-hal yang menurutnya tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat, namun pembangunannya terkesan dipaksakan.

"Di desa kami ini memang sudah biasa seperti itu, mungkin salah satu alasannya karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengawasan dana desa tersebut. Jadinya para perangkat desa bisa bertindak semena-mena dalam pembangunan disini," ujar pria berkumis tebal tersebut.

Postingan papan informasi dana desa, salah satunya dana pemeliharaan kantor. (foto : Trendy)

Saat ditanyakan mengenai pemeliharaan gedung kantor desa, dirinya mengaku sangat prihatin dengan keadaan tersebut. Pasalnya gedung kantor tersebut terlihat banyak sekali kerusakan yang membuatnya miris.

"Gak usah ditanya sama saya, lae lah dulu melihat bagaimana keadaan kantor itu sekarang, padahal di dekat situ ada papan informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan sudah di poskan anggaran sebesar Rp 23.916.000, namun sampai tahun 2018 ini kantor itu seperti bangunan yang terbengkalai," tambahnya.

Saat awak media berusaha untuk meminta keterangan dari Kades Janji, Hisar Sianturi, lagi-lagi dirinya tidak bersedia ditemui dengan alasan ada acara keluarga.

Belakangan diketahui dari seorang pemuda yang mengaku cucunya, ternyata Hisar diduga sedang asik main gaple (kartu domino) di salah satu warung yang tidak jauh dari rumahnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMDP2A), Pantas Purba mengatakan, akan melihat dahulu Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dari Kades tersebut yang batas penyerahannya sampai bulan Januari 2018. Ini untuk mengetahui indikasi adanya kecurangan melalui proyek fiktif di Desa Janji.

"Kita lihat nanti LPj nya. Dari situ nanti kita akan menelusuri ada atau tidaknya indikasi pelanggaran dan kecurangan terhadap pengelolaan dana desa, apakah ada proyek fiktif atau tidak," terang Pantas.

Penulis: Trendy. Editor: Aan.