HETANEWS.COM

Ingin Melerai Teman Berkelahi, Pelawi Malah Kehilangan Nyawa

Pelawi, korban ditikam saat melerai perkelahian temannya, dikebumikan setelah pesta adat, Minggu (7/1/2018). Tribun Medan/M Fadli

Medan, hetanews.com - Tobat Prasetya Pelawi (18), menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (6/1/2018).

Sebelumnya Pelawi dirawat di RS Sembiring, Delitua, akibat luka tusukan pada bagian bokongnya, pada Kamis (4/1/2018).

Ia ditikam saat berusaha melerai perkelahian antara kedua temannya.

Kapolsek Delitua Kompol Arifin Marpauang mengatakan, personel masih memburu pelaku.

“Kita sudah menerima laporan dari keluarga korban. Saat ini kita sedang memburu pelakunya,” ujarnya, Minggu (7/1/2018).

Informasi yang dihimpun Tribun-medan.com, kejadian tersebut terjadi saat Pelawi pada Kamis (4/1/2018), sedang tidur di ruang tamu rumahnya bersama temannya, T (19).

Namun tiba-tiba atap rumahnya dilempar dengan batu.

Mendengar suara lemparan itu, Pelawi dan T, terbangun dan langsung keluar dari dalam rumah untuk mengetahui siapa yang melempar atap rumahnya tersebut.

Ketika keduanya berada di teras rumah, mereka melihat si A yang merupakan pelaku aksi pelemparan rumah itu.

Melihat Pelawi dan T keluar dari rumah, A langsung membentak T agar membayar hutangnya. Gara-gara utang yang nilainya diketahui tidak seberapa itu, cekcok berujung perkelahian pun terjadi.

Akibat perkelahian itu, Pelawi pun melerainya. Tidak terima dan merasa dikeroyok, A pun pulang ke rumahnya. Melihat A pergi dari rumahnya, Pelawi dan T, kembali masuk ke dalam rumah menyambung tidurnya.

Namun, tanpa disangka, ternyata A kembali lagi ke rumahnya Pelawi, sambil membawa pisau dapur yang berwarna putih, dengan panjang sekitar 20 Cm.

Sesampainya dirumahnya Pelawi, A langsung masuk ke dalam rumah dan membangunkan Pelawi.

Pelawi terbangun dari tidurnya, dan A langsung menikami pantatnya hingga Pelawi pun jatuh kelantai bersimbah darah.

Ibu korban, Juliana Beru Tarigan (49), mengatakan Pelawi merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara. Sedangkan bapaknya sudah lama telah meninggal dunia, karena sakit yang diderita.

“Anakku itu bukan anak bandel, Ia anak yang penurut, tapi kenapa dia jadi korban. Jenazanya hari ini kami kebumikan, setelah selesai acara adat karo,” ujarnya, Minggu (7/1/2018).

Sumber: tribunnews.com

Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan