Fri 20 Jul 2018

Tumpang Tindih Pembangunan Irigasi di Desa Janji, Doloksanggul

Dua bangunan irigasi yang tumpang tindih. (foto : Trendy)

Humbahas, hetanews.com  - Pembangunan jaringan irigasi persawahan yang dibangun melalui dana desa di Desa Janji, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) diduga tumpang tindih dengan jaringan irigasi yang sudah ada sebelumnya.

Hal tersebut terbukti dari pantauan awak media di lapangan, bahwa ada terdapat bangunan irigasi lama yang masih layak untuk digunakan namun butuh perawatan.

Belum diketahui bangunan lama tersebut merupakan proyek pembangunan dari dana desa tahun anggaran sebelumnya atau tidak.

Namun sangat disayangkan, hanya berjarak kurang lebih 5 meter dari bangunan lama atau masih dalam satu lokasi yang sama dibangun bangunan baru.

Hal tersebut membuat Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Kabupaten Humbahas, Erikson Simbolon angkat bicara.

Dirinya sangat menyayangkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa serta konsultan Desa sebagai penyusun dan mendesain Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menurutnya, perlu ditinjau peranannya karena mereka dibayar dengan upah yang besar, namun pekerjaannya diduga tidak jelas.

"Yang sangat disayangkan itu TPK dan Konsultan nya, mereka pelakunya. Karena mereka lah yang menyusun RAB dan desain kegiatan di Dmdesa tersebut. Perlu di tinjau kembali peranannya, karena mereka dibayar dengan upah besar, namun pekerjaannya tidak jelas," sesalnya, Minggu (7/1/2018).

Erikson juga mengatakan, bahwa perlu pengawasan yang maksimal dari pihak-pihak yang telah ditetapkan seperti Kepolisian, Kejaksaan dan Dinas terkait untuk mengamankan dan mengawasi dana desa. Ini agar Kepala Desa (Kades) tidak bermain api dengan dana pembangunan desa yang telah digelontorkan pemerintah pusat.

Dirinya juga mengatakan agar pihak tersebut tidak 'bermain mata' dengan Kades apabila ada ditemukan pelanggaran di desa tersebut.

"Pihak-pihak yang telah ditetapkan kan ada seperti Kepolisian, Kejaksaan dan Dinas terkait untuk mengawasi. Jadi harusnya mereka jangan membiarkan Kades bermain api dengan dana tersebut. Jika ada ditemukan pelanggaran jangan jadi '86' atau 'main mata' sama Kades nya," ujar Erikson saat dihubungi via seluler.

Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Kades Janji, Hiras Sianturi terkait hal ini. Dirinya juga tidak ingin ditemui saat dihubungi via selulernya.

Penulis: Trendy. Editor: Aan.