HETANEWS.COM

Diduga Cinta Segitiga Terendus Dibalik Kematian Erik Jayohan Siagian

Korban Erik Jayohan Siagian (21) semasa hidupnya. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Informasi yang dihimpun di sekitar rumah kediamanan korban, diketahui malam itu korban pergi mengantar sang kekasih, berinisial KMN, pulang ke kediamannya, di Desa Sei Beluru, sekira pukul 01.00 WIB, Kamis (4/1/2018) lalu.

Namun bukannya langsung pulang,  Erik Jayohan Siagian (korban,red) malah singgah, di acara gondang muda mudi pada malam itu.

Saat di lokasi malam hiburan itu, korban kena tusuk dan berdarah. Dia juga mengatakan terkena tusuk kepada saksi Yuni, di lokasi gondang.

Korban saat itu langsung dilarikan warga sekitar ke klinik terdekat, namun karena lukanya cukup serius, akhirnya dia dirujuk ke RSU Kisaran. Naas, korbanpun menghembuskan nafas terakhirnya. 

Kembali informasi yang dihimpun hetanews.com disekitar lokasi rumah duka, bahwa korban Erick sempat dilarang sang pacar untuk pulang dari kediamannya malam itu, bahkan menyarankan agar nginap saja di rumahnya.

Ibu Erik, Paruliana boru Panjaitan, kakak tertua Erick dan pamannya, menangis histeris saat jenajah
hendak dibawa ke pemakaman. (foto/heru) 

Namun, saran kekasihnya itu tidak dituruti hingga korban pulang dan diketahui sudah kena tusuk saat singgah di acara gondang muda mudi di malam itu. 

Baca Juga: Duka Keluarga Erik Jayohan Siagian Pecah saat Pemberangkatan, Ini Cerita Keluarga

Dugaan cinta segitiga terhendus dibalik kejadian itu, di mana korban Erick dan sang pacar KMN sudah merencanakan akan menikah di 2019 mendatang. 

Kedua remaja ini telah berpacaran selama dua tahun meski pacaran jarak jauh. Korban bekerja di Kota Batam sebagai operator salah satu perusahaan kapal. Sedangkan sang pacar tinggal di Sei Beluru Desah Gajah, Kecamatan Meranti. 

Bahkan pagi itu, Jumat (5/1/2018), diketahui kekasih korban datang ke rumah duka, di desa Air Putih dengan tujuan memulangkan barang-barang pemberian korban.

"Ia tadi pagi perempuan itu datang pak memulangkan barang-barang pemberian adek Erik,"'ujar boru Sagala yang banyak bercerita kepada hetanews hari itu.

Terpisah, Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga, melalui Kanit Jatanras, Iptu Khomaini melalui WhatsApp, Jumat (5/1/2018) menyampaikan kejadian penusukan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban masih dalam proses.

“Masih dalam proses penyelidikan bang, untuk saksi sudah 8 orang yang kita periksa. Terdiri dari orang yang pertama  melihat korban di hari itu, orang di TKP,  yang mengantarkan ke rumah sakit dan orang terdekat korban yaitu orang tua dan pacarnya,” ujar Khomaini.

Penulis: heru. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan