Siantar, hetanews.com - Belasan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Persatuan Buruh Pematangsiantar mendemo PT Tekken Pratama yang merupakan pelaksana proyek pembangunan gedung PT Telkomsel di Jalan WR Supratman, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (5/1/2018) sekira pukul 11.30 WIB.

Unjuk rasa yang berlangsung dengan damai ini dikawal oleh beberapa personil kepolisian dari Polsek Siantar Barat.

Tiba di depan pintu masuk gedung, pengunjuk rasa langsung disambut salah seorang perwakilan dari PT Tekken Pratama, Jumino bagian jurusan teknik.

Ada pun yang menjadi tuntutan para pengunjuk rasa ini adalah realisasi terkait adanya tunggakan yang dilakukan pengusaha atas jasa bongkar muat dalam pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Merah Putih PT Telkom yang tengah berlangsung. 

Fransiskus Silalahi sebagai Kordinator Aksi mempertanyakan, apakah saat ini status buruh PT Tekken Pratama sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Dirinya juga mempertanyakan apakah selama ini pihak pelaksana proyek telah melakukan koordinasi kepada serikat atau organisasi buruh di Siantar.

Sementara Maurits Siahaan selaku Ketua SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Kota Siantar meminta kepada pihak perusahaan agar tidak menutup-nutupi identitas dan aktivitas para pekerja yang menangani proyek tersebut. Dengan tegas dia juga memintakan agar PT Tekken melengkapi standart keaman kerja K3 bagi para pekerja.

Sementara Jumino berjanji akan memenuhi permintaan pengunjuk rasa. Jumino menuturkan, dirinya segera akan melayangkan surat resmi ke direktur.

"Kami akan layangkan surat resmi ke kantor pusat di Jakarta.  Dan kebetulan direktur akan datang besok, kami akan segera penuhi, dan kordinasikan ke setiap organisasi buruh pak," kata Jumino.

Usai aksi, front dua organisasi SBSI dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pun membubarkan diri setelah mengambil kesepakatan agar kedua belah pihak akan saling koordinasi lebih lanjut untuk menyelesaikan persoalan tersebut.