HETANEWS.COM

Kawal Pilkada 2018, Posko Gotong Royong Tolak Politik Uang dan Teror

DJ Siahaan (tengah) didampingi Syaiful Amin Lubis dan Hermanto Sipayung.

Siantar, hetanews.com - Di tahun 2018, setidaknya sebanyak 171 daerah akan melangsungkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik itu untuk Kabupaten/Kota, maupun Provinsi.

Dan beberapa elemen masyarakat dari seluruh Indonesia yang memiliki tujuan yang sama, akhirnya membentuk dan mendeklarasikan Posko Gotong Royong yang bertujuan untuk mengawal Pilkada bersih melalui tolak politik uang dan teror.

Salah satu elemen yang tergabung dalam Posko Gotong Royong adalah Gerakan Cinta Nusantara atau yang biasa disingkat Getar dengan DJ Siahaan, pria kelahiran Kota Siantar sebagai Ketua Umum.

Ditemui di sekitaran Jalan Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, DJ Siahaan menjelaskan, bahwa salah satu kekhususan mereka mengawal Pilkada Sumatera Utara menuju Pilkada bersih.

"Tolak politik uang dan teror. Baik itu teror dalam Suku, Agama, Ras dan Antar Budaya serta Intoleransi," ujar DJ Siahaan didampingi Syaiful Amin Lubis dan Hermanto Sipayung dari Gerakan Kebajikan Pancasila, Sabtu (30/12/2017) malam.

Dijelaskannya, Getar adalah elemen yang independent, yang tidak akan memihak kemana pun dalam pelaksanaan Pilkada ini demi mewujudkan Pilkada dan pemerintahan yang bersih yang selanjutnya kemajuan serta kemakmuran pasti berjalan.

Selain menolak politik uang, terkhusus di Sumatera Utara (Sumut), ia mengajak seluruh masyarakat mewujudkan Pilkada sehat dengan menggunakan hak pilih dan hak suaranya. Mereka, mengedukasi masyarakat untuk menggunakan hak dan kewajibannya dalam berpolitik.

"Jangan golput, tolak politik uang dan teror untuk Pilkada sehat. Posko gotong royong ini bisa kita dirikan disetiap rumah masyarakat. Kita ajak masyarakat untuk bahu membahu demi perubahan. Bila sudah ada posko gotong royong di rumah tersebut, calon yang akan membeli suara kita, pasti akan enggan membeli suara kita," sambung DJ Siahaan.

Untuk itu, ajakan untuk Sumut lebih baik, bisa dilakukan masyarakat bersama-sama menjadi pengawas Pilkada bersih dan sehat. Masih dijelaskannya, Posko Gotong Royong tersebut tidak ada kaitannya dengan Abdon Nababan yang didengungkan atau diisukan akan menjadi salah seorang calon di Pilkada Sumut.

"Kita tidak bisa mengharapkan dari para elit. Tapi kita masyarakat inilah yang akan bergerak, sebisa kita. Gerakan moral, hati nurani dalam Pilkada Sumut ini, sekecil atau sebesar apapun godaan itu, mari tolak untuk Pilkada bersih. Mari kita gotong royong. Karena, pergerakan mengawal Pilkada bersih ini, dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat," tutupnya.

Penulis: ndo. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!