Siantar, hetanews.com - PT Sutan Indo Aneka Mobil diketahui telah melakukan perbuatan yang semena-mena kepada sejumlah karyawannya, khususnya Sales Eksekutif.

Hal itu terkuak, setelah 3 orang karyawan dipecat secara sepihak oleh pihak perusahaan. Bahkan, pihak perusahaan jual beli mobil tersebut pun acap kali memotong upah karyawannya dan menyertakan sanksi, berupa denda.

Persoalan ini muncul kepermukaan setelah 3 orang karyawan yang bertugas sebagai Sales Eksekutif, mengadukan kasus pemecatan sepihak tersebut ke SBSI Cabang Siantar, Kamis (28/12/2017).

Dari penuturan salah seorang mantan karyawan, PT Sutan Indo Aneka Mobil Cabang Siantar, selama ini telah melakukan praktik semena-mena terhadap mereka.

"Kami dipecat tanpa surat pemecatan. Hanya ditelepon, bilang kalau kami dipecat. Alasanya, perusahaan menganggap kami tidak melaksanakan pencapaian target per bulanannya," ujar salah seorang mantan Sales Eksekutif, di kantor SBSI Cabang Siantar.

Dia mengungkapkan, selama bekerja di perusahaan tersebut, mereka sama sekali tidak pernah menandatangi surat kontrak kerja dan SK tidak dikeluarkan oleh perusahaan. Pihak perusahaan selama ini pun memperlakulan sistim yang ketat dan denda yang besar kepada mereka, apabila ada kesalahan menyangkut SOP. 

Misalnya, jika tidak menyusun laporan prospek nasabah, maka dikenakan denda sebesar Rp 20 ribu. Kemudian, apabila laporan mengenai pemesanan mobil salah, maka karyawan disuruh push up 15 kali atau denda Rp 50 ribu.

Perusahaan memperlakukan hari Minggu (libur) sebagai jadwal tetap piket, namun tidak menyertakan dalam upah lembur mereka. Jika itu tidak dilakukan, maka akan didenda sebesar Rp 300 ribu.

"Kalau laporan salah disuruh push up 15 kali, kalau cewek disuruh skot jam. Kalau enggak dibayar Rp 300 ribu," katanya, seraya mengatakan, bahwa upah per bulan yang mereka terima tidak tetap dan selalu disertakan pemotongan.

"Sebelumnya kami tidak neken (tanda tangan) kontrak kerja, tidak pernah menerima surat magang, kemudian ditahan ijasah dengan alasan jaminan keamaman," sambung pria yang bekerja selama 1 tahun ini. 

Ketiga karyawan tadi pun didampingi Sekretaris SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Cabang Siantar, Fransiskus Silalahi dan LBH Pejuang Keadilan, Reinhard Sinaga ke PT Sutan Indo Aneka Mobil, di Jalan Medan KM 2,8 Kota Siantar untuk berupaya membicarakan persoalan tersebut dengan jalur mediasi. Namun, upaya yang mereka lakukan belum menemukan titik terang.

 "Kita sudah coba mediasi secara lisan. Kami akan siapkan gugatan ke perusahaan dalam tahap bepartit sesuai dengan mekanisme sesuai dengan hubungan industrional yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Tata Cara Penyelesaian Hubungan Industrional," tutup Fransiskus Silalahi.