HETANEWS

PMKRI Gelar Camping Rohani dan Penanaman Pohon

PMKRI Cabang Siantar saat menggelar camping rohani dan penanaman seribu pohon, di kawasan Danau Toba. (foto/hug)

Simalungun, hetanews.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Siantar, menggelar camping rohani dan penanaman seribu pohon, di kawasan Danau Toba, Huta Salbe, Desa Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, mulai tanggal 22 - 23 Desember 2017.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Ketua PMKRI Cabang Siantar, Jaya Garingging dengan tema ‘Kita tidak dapat hidup tanpa alam’. Acara dilanjutkan dengan penyerahan pohon secara simbolis kepada masyarakat Salbe dan penanaman pohon, di sekitar tepian Danau Toba.

“Mari kita lihat pohon-pohon di tepian Danau Toba. Itulah rahmat Tuhan bagi kehidupan. Kita tidak bisa hidup tanpa alam. Ranting-ranting akan menumbuhkan dedaunan hijau yang akan memberi kesejukan. Akar - akar akan menyerap setiap air yang jatuh ke bumi, menahannya agar tidak erosi. Buah - buah pepohonan itu akan menembus lapar kita. Bangkitlah! Sambut dengan syukur dan sukacita,” ungkap Jaya menjelaskan makna menanam pohon, merawat kehidupan, Jumat (22/12/2017) lalu.

Adapun pohon yang ditanam diantaranya, pohon durian (Durio Zibethinus), pohon mangga (Mangifera Indica), pohon jambu bol (Syzygium Malaccense), pohon jengkol (Archidendron Pauciflorium) dan pohon mahoni (Swietenia Mahagoni).  

Anggota DPRD Sumatera Utara, Richard Sidabutar yang hadir pada penanaman pohon mengatakan, pihaknya sangat mendukung program PMKRI bertajuk peduli lingkungan dengan aksi camping rohani dan penanaman seribu pohon.

“Kegiatan pemulihan ekosistem Danau Toba tidak boleh berhenti disini. Hal ini hendaknya kita lakukan dalam skala lebih besar lagi. Tentu, pohon-pohon yang kita tanam itu harus dirawat sehingga tidak sia-sia,”ajak senior PMKRI tersebut.

Rihard Sidabutar yang juga anggota Komisi B DPRDSU yang membidangi pertanian, kehutanan dan pariwisata menegaskan pihaknya siap memfasilitasi bibit jika kelak dilakukan aksi penanaman pohon kembali. “Menanam pohon, merawat kehidupan itu tanggungjawab bersama. Satu pohon sangat berarti untuk kehidupan. Untuk itu, mari memulai hal terkecil,”jelasnya.  

Tokoh masyarakat, sekaligus Sekretaris Nagori (Desa) Togu Domu Nauli, Wenda Turnip mengatakan, sangat mengapresiasi program PMKRI untuk penanaman pohon.

“Kami justru berharap kegiatan ini tidak berhenti disini. Tidak cukup hanya menanam tetapi juga merawat dan memastikan pohon-pohon itu tumbuh. Banyak sekarang penanaman pohon di kawasan Danau Toba tapi sepertinya belum maksimal karena hanya cukup ditanam tanpa dibarengi program lanjutan,” ujarnya.

Wenda menambahkan, kawasan Tigaras yang merupakan tepian Danau Toba dulunya dikenal sebagai penghasil cengkeh, mangga dan bawang serta ikan. “Kondisinya sekarang cengkeh, bawang itu telah hilang. Kepada Anggota DPRD yang kebetulan membidangi pertanian, kami petani sangat berharap adanya bantuan benih bawang dan cengkeh,” tandasnya. 

Penulis: gee. Editor: gun.