HETANEWS.COM

Elboi Tewas Bunuh Diri di Sel Tahanan, Pengamat Hukum: Ada Skenario

Suasana rumah duka, di kediaman Irpan Saputra (22) alias Elboi, warga Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Tanah Jawa, Kecamatan Siantar Utara. (foto : Armeindo)

Siantar, hetanews.com - Irpan Saputra (22) alias Elboi, warga Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Tanah Jawa, Kecamatan Siantar Utara yang dikabarkan tewas bunuh diri di ruang sel tahanan Polsek Siantar Utara masih menjadi tanda tanya.

Apalagi, sebelum meninggal dunia, Irwan diketahui sempat diamankan dan dimassakan oleh sekelompok orang karena diduga berencana mencuri sepeda motor, di Gang Bangsal, Jalan Wahidin, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara.

Peristiwa yang menimpa Elboi, mencuri perhatian pengamat hukum, Reinhard Sinaga. Pria yang tinggal di Sibatu-batu Kota Siantar ini. Dia menilai, kematian yang dialami oleh Elboi sudah tidak manusiawi lagi.

Di mana, Elboi yang diduga telah mencoba melakukan pencurian seharusnya terlebih dulu dibawa ke rumah sakit sebelum melakukan pemeriksaan, karena korban sudah mengalami kritis setelah diamuk massa. Selain itu, jika Elboi terduga mencuri, seharusnya disertakan barang bukti, misalnya sepeda motor yang hendak dicuri olehnya.

Reinhard mempertanyakan kinerja kepolian Polsek Siantar Utara yang dinilai lalai dalam menjalan tugas sebagai penegak hukum.

"Yang diduga melakukan pencurian perlu dipertanyakan. Di mana, yang diduga pelaku dimassakansekelompok orang karena telah diduga mencuri sepeda motor. Tapi barang buktinya tidak ada. Setelah korban kritis akibat amukan massa baru diserahkan ke pihak kepolisaan,"jelas pengacara yang bertugas di Posko Bantuan Hukum Pengadilan Negeri (PN) Simalungun ini, Rabu (27/12/2017).

Dia menjelaskan, sesuai dengan proses hukum yang berlaku, sebelum dilakukan  pemeriksaan terhadap terduga Elboi, pihak Kepolisian seharusnya membawanya ke rumah sakit akibat kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.

Baca Juga: Dipukuli di Bangsal, Elboi Diduga Meninggal di Polsek Siantar Utara

"Karena proses penyelidikan penyidikan dan pemeriksaan serta pembuktian dalam persidangan, selalu tersangka atau terdakwa ditanyakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Kalau tidak sehat maka pemeriksaan harus diberhentikan untuk sementara. Sedangkan ini (Elboi) malah diamankan dulu di sel. Dan kematiannya diisukan bunuh diri. Bagaimana kondisi seseorang yang kritis kepikiran untuk melakukan bunuh diri?,” ujar Reinhard yang ditemui di Jalan WR Supratman.

Reinhardmenambahkan, kasus ini telah menyita perhatiannya, setelah adanya isu kematian Elboi akibat bunuh diri. Sebaliknya, dirinya menduga, kematian pria itu diakibatkan pembiaran atau diintimidasi.

"Melihat kondisinya, ini perlakuan yang tidak manusiawi. Ini sudah melanggar hak azasi manusia.  Karena tiap manusia berhak untuk hidup. Dan proses hukum ada praduga tak bersalah. Setiap manusia yang patut diduga atau statusnya terdakwa punya hak kemerdekaam untuk hidup," kata Reinhard menambahkan.

Sambungnya, pihak Kepolisian harus bertanggung jawab atas kematian Elboi yang telah melanggar hak azasi manusia (HAM).

"Pihak Polres Siantar harus memeriksa bawahannya. Unit - unitnya di Polsek Siantar Utara harus diperiksa. Dan warga yang terlibat memassakan itu harus ditanggkap untuk diperiksa, sebab ada unsur skenarionya. Ingat, di repupblik ini gak ada kekosongan hukum," tutupnya.

Penulis: huget. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan