Simalungun, hetanews.com- Terkait banjir yang kembali melanda wilayah Nagori Birung Ulu Manriah, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, pihak Perusahaan Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Unit Bah Birung Ulu akan mengevaluasi hasil penggalian kanal dan mengupayakan solusi penanganannya.

Hal tersebut disampaikan Manager PTPN IV Unit Bah Birung Ulu, Mahdi Al Haris saat ditemui hetanews.com di ruang kerjanya, Selasa (26/12/2017).

Menurut Haris, kanal yang digali oleh perusahaan memang bertujuan untuk meredam debit air dan telah sesuai dengan standart operasional yakni sepanjang 250 meter dengan kedalaman rata-rata sekira 10 meter.

Sambungnya, curah hujan saat ini terbilang cukup tinggi sehingga mengakibatkan debit air juga ikut meningkat permili meternya.

"Kita tidak bisa memprediksi alam ini, curah hujan begitu tinggi. Perusahaan telah mengupayakan penggalian kanal sejak 18 hari yang lalu untuk meredam air agar tidak meluber ke rumah warga," paparnya.

Disinggung soal banjir yang terjadi diduga setelah pihak perusahaan mengkonversi lahan teh menjadi kelapa sawit, Haris berujar pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyepakati pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perihal konversi lahan tersebut beserta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang menyertainya.

"Hal itu sudah menjadi kesepakatan Kementerian BUMN di RUPS beserta Amdal nya, PTPN hanya menjalankan hasil keputusan rapat dari menteri BUMN," ujarnya.

Sementara itu, Pangulu Nagori Birung Ulu Manriah, Mahmud Hasibuan mengutarakan pihak desa sampai hari ini juga masih ikut berupaya mengentaskan banjir yang melanda wilayahnya, dan terus berkordinasi dengan pihak PTPN IV Bah Birung Ulu.

Mahmud menyebut, banjir yang terjadi saat ini volumenya telah berkurang dibanding banjir-banjir sebelumnya. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan tidak masuknya air kerumah warga, dan cepat surut setelah hujan berhenti.

"Memang masih banjir di jalanan desa, tetapi sekarang enggak separah yang dulu lah, kalau hujan berhenti juga langsung surut airnya," sebut Mahmud.

Kedepannya, pihak perusahaan bersama aparat Nagori Birung Ulu Manriah akan memikirkan solusi terbaik untuk mengentaskan persoalan banjir tersebut, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

"Kita juga kewalahan menghadapi banjir ini, kami juga merasa cemas dengan keadaan ini, tetapi kedepannya akan dipikirkan kembali solusi yang terbaik untuk masalah ini," pungkas Mahmud.

Baca: Kanal Tak Efektif, Banjir Kembali Landa Bah Birung