Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, membawa serta sejumlah SKPD untuk mengunjungi kediaman Kapolda Sumut dan markas Kodam I/BB pada perayaan Natal, Senin (25/12/2017).

Tengku Erry mengunjungi rumah dinas Kapoldasu di Jalan Jenderal Sudirman Medan, kemudian dilanjutkan ke markas Kodam I/BB di Jalan Gatot Subroto Medan.

Perayaan Natal keluarga besar Kodam I/BB, Tengku Erry didampingi istri Evi Diana br Sitorus disambut Kasdam I/BB Brigjen TNI Tiopan Aritonang. Sedangkan di rumah dinas Kapoldasu, Tengku Erry disambut Kapoldasu, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan keluarga.

Saat kunjungan di kediaman Kapoldasu, hadir juga disitu Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Uskup Agung Medan Monsignore (Mgr) Anicetus Bongsu Sinaga, anggota DPD RI Parlindungan Purba, mantan Gubsu Datok Sri Syamsul Arifin, dan tokoh masyarakat Sumut lainnya.

Tengku Erry menyebutkan, tradisi mengunjungi tokoh-tokoh ini sebenarnya dilakukan sebelum menjabat Bupati Serdang Bedagai (Sergai) dan Wakil Gubernur hingga saat ini. 

"Inilah silaturahmi. Silaturahmi yang terjalin saat ini perlu lebih dieratkan lagi. Kita harus kompak dan bersama membangun Provinsi Sumatera Utara tercinta," katanya.

Gubsu bersama istri saat mengunjungi Kodam I/Bukit Barisan. (foto: Ardiansyah)

Erry juga menyebutkan Sumatera Utara merupakan 'negeri berbilang kaum' dan miniaturnya Indonesia yang dihuni oleh beragam suku, etnis, ras dan agama. 

"Mari jadikan perbedaan itu untuk lebih mengeratkan silaturahim kita. Senantiasa jaga suasana damai, harmonis dalam kebhinnekaan. Sumut kondusif, pembangunan pesat dan masyarakat sejahtera," ujarnya.

Erry mengingatkan, para pemuka agama agar tidak jemu dan bosan menyampaikan kepada masyarakat bahwa hidup harmonis, rukun dan damai dalam kebhinnekaan sangat indah.

"Kuatkan tali silaturahmi antara kita. Jaga persatuan dan kesatuan. Karena perbedaan itu, kita kuat," jelasnya.

Erry berpesan kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara dalam memasuki tahun politik 2018, tetap menjaga suasana kondusif, aman dan damai serta tidak menimbulkan masalah. Sebab perbedaan pilihan merupakan hal yang biasa.

"Insya Allah masyarakat bisa memahami apa yang sudah kita lakukan selama ini," sebut Erry.