Simalungun, hetanews.com - Ayah bejat, M Sofian alias Pian (41), warga Dusun Aman B, Kelurahan Aman Sari, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, didakwa mencabuli putri tirinya Sinta (nama samaran 10 tahun) dan masih duduk di bangku kelas V SD.

Demikian dakwaan jaksa Lidya Panjaitan yang dibacakan jaksa pengganti Melnita, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (21/12/2017).  

Menurut jaksa, perbuatan itu dilakukan terdakwa sejak tahun 2015 lalu hingga November 2017, di dalam rumah terdakwa saat istri nya tidak berada di rumah. Terdakwa dengan ancaman tidak diberi uang jajan dan secara paksa mencabuli korban.

Istri terdakwa yang juga ibu kandung korban yakni, Melly Handayani merasa curiga melihat keadaan putrinya karena sering merintih kesakitan di bagian vaginanya.

Lalu membujuk putrinya untuk memberitahu apa yang dialami. Setelah mendapat penjelasan dari korban, sang ibu segera melaporkan perbuatan suaminya tersebut kepada yang berwajib.  

Hasil visum et revertum  Nomor: 7650/VIUPM/VER/IX/2017 tertanggal 13 September 2017 yang ditandatangani Cintya A Susanto selaku dokter di RSUD Djasamen Saragih  Siantar, menyimpulkan selaput dara korban tidak utuh lagi karena sudah pernah dilalui benda tumpul.   

Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 1 ke 66 yaitu pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Atau dakwaan kedua melanggar pasal 1 ke 67 yaitu pasal 82 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002.

Majelis hakim, Rozyanti, Justiar Ronald dan Hendrawan Nainggolan, dibantu panitera, Amry Siregar, menunda persidangan hingga Januari mendatang untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. Terdakwa didampingi pengacara, Antoni S Purba, tidak mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa.